Itulah puncak upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008 di National Stadium, stadion fantastis yang menyerupai Bird's Nest alias sarang burung. Penyuluran api yang ditunggu-tunggu itu sungguh memukau, menghanyutkan setiap orang yang menyaksikannya.
Setelah dibawa berkeliling lintasan stadion oleh lima mantan atlet China yang pernah meraih medali emas di Olimpiade, obor api kemudian diserahkan kepada Li Ning, yang bahkan berita dia terpilih sebagai penyulut kaldron pun baru diketahui di saat opening ceremony.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mencapai ketinggian atas stadion, Li Ning pun diterbangkan. Perlahan-lahan ia mengayuh kedua kakinya, melangkah, dan berlari ... di udara. Keindahan slow motion itu diperkuat dengan background layar cantik, diiringi musik bertempo menghanyutkan.
Li Ning terbang mengelilingi atas stadion hampir satu putaran. Api di obor bergeliat-geliat, menahan dirinya supaya tidak kalah oleh hembusan angin yang di ketinggian itu pastinya cukup kencang.
Sekitar pukul 23.10 WIB, Li Ning berhenti, tetap dalam keadaan melayang. Lalu "terbitlah" kaldron besar di puncak "sarang burung" itu, yang bentuknya pun mampu dirahasiakan sampai detik itu.
Li Ning lalu menyulutkan api tangkai kaldron. Api cepat merambat ke atas dan ... menyala-lah kaldron. Kembang api langsung bersahut-sahutan di stadion dan di sekitarnya. Sungguh menawan momen yang ditunggu-tunggu ini.
(a2s/arp)











































