"Kami concern bahwa hal ini bisa memberikan efek yang serius bagi atlet kami. Kami merasa ada tes panjang yang luar biasa dan ini tidak biasa," terang ketua kontingen Jamaika di Beijing, Don Anderson, seperti dilansir Reuters, Rabu (13/08/2008).
Dikatakan bahwa untuk mengikuti tes doping tersebut para atlet Jamaika harus menjalani lebih dari 32 tes darah dan urin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Anderson tak mau keluhannya ini diartikan sebagai bentuk protes. Dirinya menganggap tiga kali tes yang dijalani anak buahnya sejak tujuh hari lalu tidak seperti biasanya.
"Ini bukan sebuah protes, tapi kami hanya mengatakan bahwa ini di luar kebiasaan," tukasnya.
Sementara itu IOC menanggapi keluhan yang dikemukakan oleh Jamaika. "Kami memiliki program doping yang sangat komprehensif. Jika ada atlet yang concern, kita harus menegakkannya dengan aturan yang ada," tukas juru bicara IOC, Gissele Davies.
Sejauh ini baru satu atlet yang tersandung masalah doping di Olimpiade Beijing, yakni Maribel Moreno, atlet bakap sepeda asal Spanyol. (lin/a2s)











































