Jamaika Keluhkan Prosedur Tes Doping

Olimpiade Beijing

Jamaika Keluhkan Prosedur Tes Doping

- Sport
Rabu, 13 Agu 2008 16:22 WIB
Jamaika Keluhkan Prosedur Tes Doping
Beijing - Banyaknya prosedur dalam sebuah tes doping menjadi momok tersendiri bagi mereka yang berlaga di Olimpiade Beijing 2008, salah satunya kontingen Jamaika.

"Kami concern bahwa hal ini bisa memberikan efek yang serius bagi atlet kami. Kami merasa ada tes panjang yang luar biasa dan ini tidak biasa," terang ketua kontingen Jamaika di Beijing, Don Anderson, seperti dilansir Reuters, Rabu (13/08/2008).

Dikatakan bahwa untuk mengikuti tes doping tersebut para atlet Jamaika harus menjalani lebih dari 32 tes darah dan urin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelari 100 meter Asafa Powell, misalnya, merasa keberatan karena terlalu sering melakukan tes. Ia juga mengklaim banyaknya sampel darah yang diambil berimbas pada penampilannya di lintasan lari. Hal serupa dialami oleh Michael Frater dan sprinter pemegang rekor dunia lari 100 meter, Usain Bolt.

Meski demikian Anderson tak mau keluhannya ini diartikan sebagai bentuk protes. Dirinya menganggap tiga kali tes yang dijalani anak buahnya sejak tujuh hari lalu tidak seperti biasanya.

"Ini bukan sebuah protes, tapi kami hanya mengatakan bahwa ini di luar kebiasaan," tukasnya.

Sementara itu IOC menanggapi keluhan yang dikemukakan oleh Jamaika. "Kami memiliki program doping yang sangat komprehensif. Jika ada atlet yang concern, kita harus menegakkannya dengan aturan yang ada," tukas juru bicara IOC, Gissele Davies.

Sejauh ini baru satu atlet yang tersandung masalah doping di Olimpiade Beijing, yakni Maribel Moreno, atlet bakap sepeda asal Spanyol. (lin/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads