Kisah Peraih Emas Olimpiade Mencari Ayahnya

Olimpiade Beijing

Kisah Peraih Emas Olimpiade Mencari Ayahnya

- Sport
Kamis, 14 Agu 2008 06:04 WIB
Kisah Peraih Emas Olimpiade Mencari Ayahnya
Beijing - Guo Wenjun mendapat medali emas di cabang menembak olimpiade. Tapi dia masih menyimpan duka karena pencarian atas ayah kandung yang meninggalkannya 10 tahun lalu belum menemui hasil.

Kisah sedih Guo Wenjun dimulai dengan perceraian orang tuanya tak lama setelah dia dilahirkan. Sejak saat itu Wenjun kecil tinggal bersama ayahnya di Xi'an, sebuah wilayah di Propinsi Shaanxi.

Sendirian, sang ayah membesarkan Wenjun hingga dia berusia 14 tahun. Keterampilan dan kemampuan menembak yang kini dia miliki merupakan hasil arahan ayahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya itu tak berlangsung lama. Pada suatu malam di bulan April 1999, saat Wenjun tengah mengikuti kejuaraan menembak di luar Provinsi Shaanxi, ayahnya pergi meninggalkan Wenjun. Demikian diberitakan China Daily seperti dikutip Reuters, Kamis (14/8/2008)

"Ayahnya hanya meninggalkan sebuah catatan yang berbunyi 'Saya akan pergi jauh. Saya ingin Anda memperlakukan Wenjun seperti anak sendiri dan membantunya mencapai yang terbaik'," ungkap pelatih Huang Yanhua yang terus menemani Wenjun hingga dia menyabet medali emas di nomor air pistol 10 meter.

Tahun lalu Wenjun mengalami masa-masa tersulit dalam perjalanan karirnya dan sempat berencana berhenti dari menembak. Namun saat itu pelatih Huang Yanhua terus menyemangati dan memintanya bertahan dengan meyakinkan kalau ayahnya akan sangat kecewa jika dia menyerah dan gagal memenangi emas Olimpiade.

Beberapa bulan setelah dipanggil masuk timnas Cina, Wenjun mulai menunjukkan kemampuannya dengan merebut satu medali emas dan perak di Asian Games Doha 2006. Setahun berselang Wenjun kembali nge-drop, namun suport yang diberikan sang pelatih dan motivasi untuk kembali bertemu dengan ayah kandungnya mendorong dia kembali berlatih.

"Saya akan memberi yang terbaik di Olimpiade. Dan Ayah akan melihat saya serta merasa bangga," janji Wenjun pada pelatihnya sebelum Olimpiade digelar.

Dan hari minggu kemarin dia menuntaskan misinya setelah meraih emas Olimpiade pertamanya. Tapi dia mungkin tak sepenuhnya merasa gembira lantaran mimpinya belum kesampaian, saat itu dia juga mengungkapkan kesedihan karena tetap gagal bertemu ayahnya.

Merasa bersimpati dengan nasib Wenjun, komunitas internet di Cina pun berjanji memberi bantuan dengan menyebarkan kisahnya ke seluruh Cina. Usaha ini diharapkan bisa membuahkan hasil karena dibantu oleh ribuan orang pengguna internet sementara beberapa chat room juga ikut memberikan bantuan. (din/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads