Berkekuatan 24 atlet, Indonesia ditargetkan meraih satu medali emas di Beijing, sebagaimana medali simbol terbaik itu sudah menjadi tradisi skuad Nusantara sejak Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol.
Emas yang didapat disumbangkan oleh atlet cabang andalan bulutangkis, yakni pasangan ganda putra Markis Kido/Hendra Gunawan. Di final mereka mengalahkan pasangan tuan rumah China, Cai Yun/Fu Haifeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena Nova/Lily adalah penampil terakhir Indonesia di Beijing, maka kontingen dipastikan pulang dengan membawa total satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Satu dari tiga perunggu tersebut juga didapat dari cabang bulutangkis atas nama Maria Kristin Yulianti (tunggal putri), sedangkan dua lainnya dari angkat besi, yang masing-masing disumbangkan lifter putra Eko Yuli Irawan (56 kg) dan Triyatno (62 kg).
Jumlah tersebut masih lebih baik dibanding capaian empat tahun lalu. Di Athena 2004, diperkuat 39 atlet, Indonesia hanya mengumpulkan total empat medali yang terdiri dari satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Prestasi terbaik Indonesia di pentas Olimpiade masih pada Olimpiade Barcelona 1992 dengan dua emas, dua perak, dan dua perunggu.
Perbandingan statistik Indonesia di lima Olimpiade terakhir:
1992 - 2 emas, 2 perak, 1 perunggu (skuad 47 atlet)
1996 - 1 emas, 1 perak, 2 perunggu (skuad 39 atlet)
2000 - 1 emas, 3 perak, 2 perunggu (skuad 48 atlet)
2004 - 1 emas, 1 perak, 2 perunggu (skuad 39 atlet)
2008 - 1 emas, 1 perak, 3 perunggu (skuad 24 atlet)
(a2s/krs)











































