Dalam survei yang digelar Outsports.com, sebuah situs kaum homoseksual, terungkap bahwa banyak yang memilih tidak terus terang mengaku homoseks karena beberapa hal. Di antaranya adalah ketidaksukaan dari pendukung dan rekan setim, hengkangnya sponsor serta perhatian media yang membuat penampilan terganggu.
Dari 10 orang atlet homoseksual yang mengaku kepada Outsports.com, sembilan di antaranya adalah perempuan alias lesbian. Cabang olahraga yang mereka geluti bervariasi dari anggar hingga balap sepeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Outsport berpendapat bahwa jumlah yang terungkap dalam survei ini jauh di bawah angka sebenarnya. Perhitungan yang lebih akurat memperkirakan jumlah atlet homoseks di Olimpiade Beijing berjumlah 1.000 orang.
"Seperti kita semua tahu, ada pendayung yang homoseks serta pemain bulutangkis yang dikenal homoseks di dalam olahraga yang digelutinya, tetapi tidak diketahui kalangan yang lebih luas," jelas Outsport.com seperti dikutip Reuters.
Outsport berpendapat bahwa temuan di Olimpiade kali ini mengecewakan. Terutama karena ada sejumlah atlet tenis seperti Amelie Mauresmo atau Martina Navratilova yang secara terbuka mengakui preferensi seksual mereka.
"Sebagian besar atlet Olimpiade berusia di bawah 30 tahun, sebuah masa di mana bahkan seorang atlet yang tidak terkenal pun tengah mengalami pergulatan soal seksualitas mereka," kata mereka.
"Menjadi seorang atlet Olimpiade membutuhkan dedikasi penuh dan banyak hal yang harus dipinggirkan. Akan lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan itu dan berkompromi dengan identitas seksualnya belakangan," simpul Outsport.
(arp/arp)











































