Zodiak Menentukan Prestasi Atlet?

Olimpiade Beijing

Zodiak Menentukan Prestasi Atlet?

- Sport
Selasa, 19 Agu 2008 14:08 WIB
Zodiak Menentukan Prestasi Atlet?
Beijing - Percayakah Anda pada zodiak? Tak masalah jika Anda menganggapnya cuma mitos. Namun bintang kelahiran seorang atlet ternyata terkait dengan cabang olahraga dan prestasinya di Olimpiade.

Demikian hasil penelitian seorang ahli statistik asal Inggris bernama Kenneth Mitchell. Korelasi antara zodiak atlet dan prestasinya di Olimpiade didapat setelah dia melalukan penelitian terhadap peraih medali emas sejak Olimpiade modern pertama dihelat tahun 1896 silam.

Kesimpulan yang didapat adalah bahwa atlet yang lahir pada bulan tertentu dan berada di bawah naungan bintang tertentu akan punya prestasi lebih baik di satu cabang olahraga dibanding atlet dengan zodiak lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mitchell pun mengungkapkan sebuah teori "The Pisces Effect" (pisces adalah bahasa latin untuk ikan) setelah menemukan fakta bahwa atlet yang lahir yang dinaungi bintang tersebut (lahir pada selang 19 February - 20 Maret) mampu meraih 30 persen medali emas dibanding atlet yang memiliki zodiak lain untuk cabang renang dan polo air.

Sementara sepanjang sejarah Olimpiade, medali emas paling banyak diraih oleh mereka yang berzodiak Capricorn, Aquarius dan Aries. Demikian diberitakan Reuters.

Fakta tersebut ternyata berlanjut jika meneliti peraih medali emas Olimpiade Beijing. Atlet berzodiak scorpio, yang diwakili oleh gambar kalajengking, mendominasi peraih medali emas cabang anggar, sementara untuk atlet lompat galah sebaiknya dilakukan oleh mereka yang memiliki bintang taurus (dilambangkan dengan banteng).

Fakta-fakta tersebut mungkin tak bisa ditangkap akal sehat. Namun Mitchell sendiri mengaku terkejut dengan hasil temuannya.

"Saya seperti bertaruh dengan perbandingan 100.000 : 1. Untuk seluruh hasil rekor tersebut, saya cukup tahu soal statistik. Saya memiliki gelar PhD dari Glasgow University dalam bidang statistik ekologi dan lebih dari 33 tahun bekerja sebagai analisis data statistik," ungkap Mitchell di situs pribadinya.

Menurut data statistik, hasil temuan Mitchell mungkin saja benar, meski tak selalu demikian keadaannya. Lihat saja Michael Phelps, perenang fenomenal pemecah banyak rekor itu justru lahir pada 30 Juni alias bernbintang cancer. (din/ian)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads