Penangkapan ini dilakukan lantaran James Powderly, salah satu pendiri Graffiti Reserch Lab di New York, merupakan bagian penting dari aksi demonstrasi pro Tibet yang akan dilakukan di Beijing.
Dirinya berperan sebagai perencana penggunaan sinar laser berupa pesan singkat "free Tibet" yang nantinya akan ditampilkan di gedung pusat kota tersebut. Dimana aksi tersebut melibatkan para pelajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Powderly) sedang mengerjakan proyek sebuah pesan 'free Tibet', dan beberapa pesan lain -tiga pesan- yang akan ditampilkan di lokasi berbeda di Beijing," tandasnya.
Powderly sendiri merupakan aktivis asing yang terakhir ditangkap oleh Kepolisian Cina. Para aktivis tersebut mengkritik pemerintah Cina atas perlakuan tidak manusiawi mereka terhadap warga Tibet. (key/arp)











































