Olimpiade Beijing menjadi tempat yang paling bersejarah bagi Bolt, dan juga dunia sprint. Di hari Sabtu (16/8/2008) lalu ia memenangi nomor lari 100 meter dan merebut medali emas.
Catatan waktunya, 9,69 detik, menajamkan rekor dunia atas namanya sendiri, 9,72 detik. Angka itu juga merontokkan rekor Olimpiade yang telah bertahan 12 tahun, saat dibuat Donovan Bailey (Kanada) di Atalanta 1996 dengan 9,84 detik
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nomor satu," gerakan bibirnya mengatakan demikian, sebagaimana terekam kamera sesaat setelah dirinya memenangi lomba.
"Saya terkejut. Sudah lama saya bercita-cita menorehkan rekor dunia,β ujar atlet oleh media-media diberi julukan "Lightning Bolt" itu, seperti dikutip Reuters.
"Saya berlari sekencang mungkin di tikungan. Begitu masuk trek lurus, saya katakan pada diri sendiri untuk mempertahankannya. Emas 200 meter memang sudah jadi mimpi saya," tambahnya.
Hal menarik lain, Bolt mengukir prestasi fantastis ini satu hari menjelang ulang tahunnya yang ke-22 -- ia kelahiran 21 Agustus 1986.
Bolt juga mencatatkan namanya sebagai pelari kedua setelah Carl Lewis yang mendulang medali emas Olimpiade di nomor 100 dan 200 meter, di Los Angeles 1984. Bedanya, Lewis mencetak prestasi tersebut dalam usia 23 tahun, sedangkan Bolt di umur 22 tahun kurang sehari.
(lin/a2s)











































