Tak diketahui dengan pasti sejak kapan gigit medali mulai dilakukan. Yang jelas aksi tersebut sudah menjadi bagian yang nyaris tak bisa dipisahkan dari seremoni penyerahan medali, yang umumnya berlanjut dengan sesi foto oleh wartawan.
Kebiasaan menggigit medali emas diyakini berasal dari sebuah tradisi kuno untuk menguji kandungan emas di kepingan logam yang saat itu jadi alat pembayaran. Koin yang digigit akan terasa semakin lunak jika kandungan emas murninya semakin banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada banyak barang palsu sekarang ini. Mungkinkah medali emas itu palsu juga? Mungkin sebaiknya memang dicek terlebih dulu," demikian bunyi sebuah posting di salah satu forum internet Cina seperti diberitakan Reuters.
Jawaban tersebut jelas hanya berupa gurauan. Namun sebuah situs berita yang bermarkas di Beijing menurunkan sebuah tulisan terkait kebiasaan gigit medali tersebut yang cukup berdasar.
Tulisan yang dibuat oleh seseorang bersandi nama "expert" itu menyebut aksi gigit medali merupakan bentuk pelampiasan setelah mendapat tekanan berat saat berlomba. Sementara pengikut aliran ronmantis percaya kalau mencium medali tak cukup menunjukkan kecintaan pada medali yang baru dimenangi.
"Mereka ingin tahu bagaimana rasanya medali emas. Mereka merasakan hal-hal pahit (selama pertandingan) sebelum meraih medali emas," tulis anggota forum yang lain bernama Leonardo.
Aksi gigit medali mungkin sudah banyak dilakukan atlet yang merebut medali emas dan bahkan perak. Namun itu tak berarti semua atlet mampu melakukan hal itu dengan baik, ada yang justru terlihat gugup saat diminta berpose gigit medali.
"Ada banyak atlet, terutama dari Cina tak tahu apa yang harus dilakukan dengan medali itu. Jadi mereka cuma menggosok-gosoknya di bibir dengan cara yang sangat aneh," ungkap seorang fotografer lepas bernama Natalie Behring. (din/roz)











































