Tujuh tahun lalu Maarten van der Weijden didiagnosa menderita leukemia yang membuat dokter tak tahu berapa lama lagi usianya tersisa. Namun vonis tersebut tak menyurutkan semangat hidup pria Belanda itu, dengan transplantasi sel dan kemoterapi dia akhirnya bisa bertahan hingga kini.
Tapi kisah heroik Weijden tak berhenti sampai di situ karena beberapa saat lalu dia berhasil merengkuh medali emas di Olimpiade Beijing. Medali yang dia raih juga datang dari nomor yang luar biasa yakni renang maraton luar ruangan dengan jarak tempuh 10 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir di sepanjang pertandingan Van der Weijden selalu berada di belakang perenang Inggris, David Davies. Baru di 400 meter terakhir dia mampu menyodok ke posisi teratas untuk kemudian menyentuh garis finish di posisi pertama dengan waktu 51 menit dan 51 detik.
"Leukaemia mengajari saya untuk berpikir selangkah demi selangkah ... menjadi lebih sabar, santai dan menunggu (kesempatan). Itu strategi yang sama dengan yang saya terapkan di sini, bertahan di rombongan, mencoba tenang dan menunggu kesempatan saya," pungkas pria 27 tahun itu. (din/krs)











































