Bolt dan tim Jamaika memenangi final nomor estafet 4 X 100 meter di Bird's Nest Stadium, Jumat (22/8/2008). Tidak hanya emas, rekor baru Olimpiade pun ditorehkan oleh mereka, dengan waktu 37,10 detik.
Bolt di nomor ini bertindak sebagai pelari ketiga. Ia kemudian menyerahkan tongkat kepada rekannya yang merupakan mantan pemegang rekor sprint 100 meter, Asafa Powell, yang kemudian memastikan kemenangan Jamaika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamaika menang hampir satu detik lebih cepat dari Trinidad/Tobago, yang merebut medali perak dengan catatan waktu 38,06 detik. Adapun perunggu diraih kuartet Jepang dengan waktu 38,15 detik.
Adapun tim AS tidak lolos ke babak final karena ada tongkat yang terjatuh pada saat mengikuti sesi semifinal di hari Kamis.
Khusus buat Bolt, dengan demikian ia telah mengumpulkan tiga medali emas dan mencetak tiga rekor di Olimpiade Beijing. Sebelumnya ia memenangi nomor paling bergengsi 100 meter dengan rekor dunia 9,69 detik, serta lari 200 meter dengan rekor dunia 19,30 detik.
Juga buat Jamaika, kemenangan ini menjadikan negeri yang dikenal dengan reggae itu sebagai penguasa cabang atletik nomor lari jarak pendek. Tidak tanggung-tanggung, enam medali emas berhasil digondol.
Selain tiga dari nomor-nomor yang disumbangkan Bolt di atas, Shelly-Ann Fraser memenangi sprint 100 meter putri; Veronica Campbell-Brown di nomor 200 meter putri; dan Melanie Walker di nomor 400 meter gawang putri.
Luar biasa, Jamaika! (a2s/arp)











































