Sebagai bentuk penghargaan tersebut, maka diselenggarakanlah acara 'Malam Apresiasi Olahraga Indonesia' pada Rabu (27/8/2008) malam di Balai Kartini, Jakarta Selatan.
Rasa terimakasih Adhyaksa ia sampaikan dalam pembacaan sambutan yang mengawali acara. "Acara ini adalah bentuk apresiasi terhadap prestasi mereka," kata Adhyaksa yang malam ini mengenakan baju batik itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dilihat, kali ini lebih baik baik. Dengan 1 emas 1 perak dan 3 perunggu, kita berada di peringkat 42. Di Asia Tenggara cuma Thailand yang di atas kita. Kalau di Malaysia, meraih perak saja sudah dapat apresiasi yang besar," ujarnya.
Adhyaksa juga menyatakan bahwa bonus untuk para atlet peraih medali adalah bentuk apresiasi tersebut meski anggaran yang ada cukup cekak.
"Saya mengucapkan banyak terimakasih. Kalau di China 1 emas Rp 500 juta, sementara kita Rp 1,5 miliar. Ini menunjukkan apresiasi kita meski anggaran SSS (sangat sedikit sekali)," ucapnya setengah berseloroh.
Adhyaksa mengatakan ke depan Indonesia harus menciptakan atlet, bukan hanya menemukan. Entah serius atau tidak, Menteri yang terkenal ceplas ceplos itu mengusulkan Indonesia tidak mengikuti SEA Games 2009.
"Saya sudah mengusulkan kepada Ibu Rita (Subowo; Ketua KON/KOI), SEA Games 2009 kita hilangkan saja. Olahraga yang dipertandingkan di sana olahraga yang tidak kita tahu. Di sana ada olahraga shuttlecock, kalau bulutangkis kita pukul, di olahraga itu, kok ditendang-tendang. Kalau begitu kita lombakan saja balap karung atau galasin," katanya lagi.
Setelah sambutan dari Adhyaksa, ada acara penyerahan plakat penghargaan dari Rita Subowo kepada Hendardji Supandji selaku Ketua Panpel PON 2008, Gubernur Kalimatan Timur, Walikota Tarakan, Balikpapan serta Kutai Kartanegara.
Juga diberikan, bantuan dari Yayasan Kesetiakawanan Kepedulian kepada 71 mantan atlet dan atlet berprestasi. Sebagai wakil penerima adalah mantan petinju Ellyas Pical. Ketua Yayasan Kesetiakawanan Kepeduluan Arwin Rasyid menyerahkan uang Rp 10 juta kepada masing-masing atlet.
(arp/a2s)











































