Olahraga lari tidak cuma untuk membuat badan tetap sehat dan bugar. Tapi, bisa juga jadi inspirasi di dunia fesyen.
Sedari dulu lari jadi olahraga yang digemari banyak orang karena paling mudah dilakukan. Terlebih di era Pandemi Covid-19, olahraga lari sudah jadi gaya hidup.
Maka jangan heran jika produsen alat olahraga berlomba-lomba untuk meluncurkan sepatu terbaiknya demi memanjakan para pengguna, terutama pelari rekreasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini juga yang dilakukan pabrikan olahraga besar asal Jerman, Adidas yang menjadikan olahraga lari sebagai inspirasi mereka membuat sepatu bernama Adistar Control 5 untuk koleksi Musim Semi dan Panas 2026.
Adistar Control 5. (FotoResha Pratama/detikSport) |
Sepatu ikonik dari era Y2K ini tidak kembali sebagai sepatu lari performa modern, melainkan sebagai reinterpretasi yang siap meramaikan kancah streetwear. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Adidas untuk membingkai ulang warisan performa mereka agar relevan untuk penggunaan sehari-hari.
Kembalinya Adistar Control 5 mencerminkan strategi merek yang lebih luas dalam menelusuri katalog akhir 90-an dan era Y2K untuk menemukan gaya yang terasa teknis, nostalgis, dan modis secara bersamaan.
Garis Adistar yang lebih luas telah ada sejak akhir tahun 1970-an, berevolusi selama beberapa dekade untuk mendukung para pelari maraton dan jarak jauh. Pada tahun 2008, Adistar Control 5 muncul sebagai model performa Y2K yang dikenal, dibangun dengan fokus pada stabilitas, bantalan, dan kenyamanan untuk lari jarak jauh.
Untuk edisi terbarunya, Adidas bertujuan untuk membentuk kembali identitas tersebut tanpa sepenuhnya mengubah pakem yang ada. Dari hasil pemantauan produk yang didapat detikSport, Adistar Control 5 yang dihidupkan kembali ini tetap mempertahankan DNA fungsionalnya.
Adistar Control 5, sepatu lari yang disulap jadi sepatu fesyen masa kini. (Foto: dok.adidas Indonesia) |
Sepatu ini dilengkapi unit tumit FORMOTION untuk stabilitas, bantalan ADIPRENE+ di bagian bawah kaki yang biasanya dipasang di sepatu pelari maraton dan ultra, serta batang torsi yang dirancang untuk mendukung transisi yang lebih mulus.
Adistar Control 5. (Foto: Resha Pratama/detikSport) |
Secara visual, penekanan bergeser kuat ke daya tarik gaya hidup, dengan bagian atas berbahan open-mesh yang meningkatkan sirkulasi udara. Lapisan-lapisan pada sepatu ini juga menonjolkan estetika tech-runner yang tak salah lagi dari era tersebut.
Adidas tidak memposisikan Adistar Control 5 sebagai sepatu lari, melainkan sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini: bagaimana warisan teknologi lari bisa diadaptasi untuk fesyen modern.
(mrp/nds)














































