Inilah cerita para suporter Timnas Indonesia yang nonton langsung di Stadion GBK saat FIFA Series 2026. Mereka rela antre tapi tetap happy!
Penampilan Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) selalu menghadirkan cerita seru dari para suporternya. Salah satunya dalam laga Indonesia vs Saint Kitts and Nevis yang digelar pada Jumat (27/2/2026).
Tak hanya saat pertandingan berlangsung, beberapa penggemar juga punya kesan unik selama mengantri menuju stadion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Danu, warga asal Jakarta, menyaksikan Timnas menjadi salah satu momen paling ditunggu-tunggu dalam hidupnya. Danu rela datang satu jam sebelum pertandingan dimulai demi mengantisipasi kerumunan yang terlalu padat.
"Tadi saya datangnya 1 jam dari sekarang jadi ga terlalu crowded, cuma pintunya agak ter-centralized aja jadi dua, jadi agak muter," ujar Danu kepada detikSport.
Selain Danu, Mika dan Kisti juga memilih datang lebih cepat untuk menyaksikan Timnas secara langsung.
"Kebetulan kami early datangnya, sebenarnya nggak seramai sebelum-sebelumnya, so far aman," ungkap keduanya.
Mekanisme Antri Kali Ini Lebih Baik dari Sebelum-sebelumnya
Di laga kali ini, para penggemar juga mengaku mekanisme antri sudah lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Kinerja penyelenggara yang terorganisir membuat proses antri lebih cepat dan para penonton tidak perlu menunggu waktu lama.
"Karena saya hampir selalu nonton, jadi ini udah yang paling improve sih, dari sebelum-sebelumnya. Always worth it, nunggunya juga ga selama sebelum-sebelumnya," ujar Danu saat ditanya pengalaman mengantrenya.
Hal ini juga diungkapkan oleh Mika dan Kisti. Sebagai penggemar yang sudah beberapa kali menyaksikan Timnas di SUGBK, mereka merasa penyelenggaraan kali ini menjadi yang paling bagus.
"Sekarang udah rapi ya, pemeriksaannya, cowok dan cewek juga udah dipisah, cukup oke sih dibanding sebelum-sebelumnya," ujar Mika.
Harapan untuk Timnas Indonesia
Para penggemar memiliki pesan dan harapan masing-masing saat menyaksikan Tim asuhan John Herdman tampil melawan Saint Kitts and Nevis.
Bagi Danu, pengalaman menonton yang baik didukung oleh fasilitas yang terorganisir. Danu berharap papan informasi di Stadion GBK dapat diperbanyak lagi.
"Harapannya papan informasi diperbanyak, jadi meskipun pintu di-centralized jadi dua, kita enggak terlalu muter gitu," pungkas pria berusia 30 tahun tersebut.
Sementara bagi Mika, penampilan Timnas di FIFA Series menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Ia berharap para pemain dapat tampil dengan baik.
"Harapannya semoga mainnya bagus, siapa tahu 2030 masuk World Cup," ungkap wanita asal Jakarta tersebut.
Kisah para penggemar saat mengantri menunjukkan bahwa atmosfer pertandingan tidak hanya bisa dirasakan saat di tribun, namun juga di luar stadion.
(aff/mrp)










































