Tren lari semakin populer di kalangan kaum urban. Namun, para pelari perlu paham memaksimalkan performa lewat recovery.
WM Runcovery diperkenalkan di Surabaya oleh WM Center. yang merupakan pusat kesehatan yang fokus pada pemulihan fisik dan mental. Kegiatan ini dibentuk dalam fun run 5K.
Ajang lari ini diikuti sejumlah pelari serta figur publik seperti Luthfigo, Ido Prakoso, Daniel Kur, Prasasty, Jenna Sarita, Chaterina Diyah, dan Paramitha. Peserta diajak untuk merasakan pengalaman lari yang lebih terarah, sekaligus memahami bagaimana tubuh bekerja selama berlari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta tidak hanya menyelesaikan rute, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan run assessment guna melihat teknik berlari, efisiensi gerak, hingga potensi risiko cedera. Bagi pelari, hal ini menjadi kunci untuk meningkatkan performa tanpa harus mengorbankan kondisi tubuh.
Di lokasi trek lari juga terdapat layanan recovery dan treatment untuk para peserta. Setelah berlari, peserta dapat langsung merasakan penanganan oleh fisioterapis, sehingga proses pemulihan dapat dilakukan secara tepat dan tidak terabaikan.
"Banyak pelari masih berfokus pada peningkatan jarak dan pace, namun sering mengabaikan aspek recovery yang justru berperan besar dalam menjaga konsistensi latihan. Tanpa pemulihan yang optimal, risiko cedera dapat meningkat dan berdampak pada performa jangka panjang," menurut pernyataan WM Center.
Kegiatan ini diharapkan bisa menyadarkan pelari bahwa performa bukan hanya soal seberapa cepat berlari, tetapi juga seberapa baik tubuh dipersiapkan dan dipulihkan. WM Center berharap kedepannya ekosistem lari bisa makin lebih sehat dan berkelanjutan.
(ran/mrp)











































