Sejarah baru tercipta di London Marathon. Untuk pertama kalinya dalam lomba resmi, batas 2 jam berhasil ditembus, saat Sabastian Sawe finis dengan waktu 1 jam 59 menit 30 detik.
Tak hanya Sawe, Yomif Kejelcha juga mencuri perhatian dengan catatan 1:59.41 dalam debut maratonnya. Sementara itu, Tigist Assefa menorehkan rekor dunia kategori women-only dengan waktu 2:15.41, menjadikannya pelari wanita tercepat sepanjang masa.
Sawe Wujudkan Mimpi Pecahkan Rekor Dunia
Sawe mengaku pencapaian ini merupakan impian yang telah lama ia kejar.
"Memecahkan rekor dunia adalah sesuatu yang sudah lama saya impikan, dan mencapainya berarti sangat besar bagi saya dan olahraga lari," ujar Sawe dalam pernyataan pers via Adidas.
Ia menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras panjang, dukungan tim, serta berbagai faktor yang membantunya melampaui batas.
Assefa: Hasil Kerja Keras Bertahun-tahun
Assefa juga mengungkapkan kebahagiaannya setelah mencetak rekor dunia.
"Rekor dunia sudah ada dalam pikiran saya selama bertahun-tahun, dan akhirnya bisa mencapainya adalah sesuatu yang sangat istimewa," kata Assefa.
Ia menyebut pencapaian tersebut mencerminkan kerja keras harian dan kekuatan tim di belakangnya.
Era Baru Marathon Dimulai
Pecahnya batas 2 jam dalam lomba resmi menjadi tonggak penting dalam sejarah marathon. Hal yang sebelumnya dianggap mustahil kini benar-benar terjadi di level kompetisi.
Sawe dan Kejelcha menunjukkan bahwa standar baru telah tercipta, sementara Assefa mempertegas dominasi pelari wanita di panggung dunia.
Catatan Bersejarah
Berikut torehan penting dari London Marathon kali ini:
- Sawe: 1:59.30 (rekor dunia, pertama sub-2 jam resmi)
- Kejelcha: 1:59.41 (debut marathon)
- Assefa: 2:15.41 (rekor dunia women-only)
Pencapaian ini menandai babak baru dalam dunia lari jarak jauh. Batas manusia kembali didorong, dan sejarah marathon pun resmi berubah.
(krs/rin)










































