×
Ad

Ratusan Peserta Ikuti Simulasi II Vertical Run 2026

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Selasa, 13 Okt 2026 00:50 WIB
Simulasi II Vertical Run 2026, Minggu (11/10/2026). (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Jakarta Vertical Run 2026 akan digelar bulan depan. Sebelum event dimulai, diadakan dulu simulasi agar peserta bisa beradaptasi.

Jakarta Vertical Run menghadirkan tantangan berbeda bagi pecinta lari. Bila biasanya lomba lari digelar di jalanan, maka para peserta nantinya akan menaiki tangga.

Butuh persiapan ekstra untuk bisa menyelesaikan ajang yang digelar 14-15 November. Perlombaan akan berlangsung di Menara Autograph, Thamrin Nine, yang merupakan gedung tertinggi di Indonesia yang mempunya 106 lantai.

Peserta akan menghadapi tantangan hingga lantai 106, yang mencakup area sky deck dan observatorium UP at Thamrin Nine. Total anak tangga yang harus ditaklukkan mencapai lebih dari 2.120 anak tangga. Aktivitas tersebut membutuhkan kekuatan otot kaki, pengaturan napas, serta daya tahan fisik dan mental.

Sebelum event dimulai, ada juga simulasi digelar agar peserta tidak kaget dengan medan lari nanti. Simulasi II digelar, Minggu (11/10) setelah yang pertama bulan September.

Rangkaian kegiatan diawali dengan berlari sejauh 3 kilometer melintasi kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Setelah itu, peserta melanjutkan tantangan dengan menaiki tangga di Menara Autograph.

Acara ini digelar berdasarkan kerja sama Autograph Tower, RS Jakarta dan Dispora DKI Jakarta. Pihak RS Jakarta yang hadir pada simulasi kedua ini menyatakan dukungan penuh.

"Kami siapkan lima ambulance, lima tim dokter, ada tim perawat juga fisiotherapist. Terlebih karena ada kegiatan menaiki anak tangga jadi pastinya yang kita harus antisipasi, harus lihat yang paling banyak itu cedera olahraga. Bisa cedera tegang kaki, cedera lutut itu yang paling utama yang harus jadi perhatian," jelas dr. Adrian Tarigan dari RS Jakarta.

Selain memperkenalkan olahraga vertical running atau lari vertikal kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan teknis menuju penyelenggaraan Jakarta Vertical Run pada November 2026. Panitia memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji sistem pelepasan peserta atau wave start yang akan diterapkan saat perlombaan utama.

Pada gelombang pertama yang diikuti atlet elite dan gelombang kedua untuk pelari umum, peserta dilepas satu per satu dengan interval 15 detik. Sementara itu, gelombang ketiga dan keempat menggunakan interval lima detik untuk setiap peserta.

Panitia juga menempatkan petugas atau marshal di setiap lima lantai sepanjang rute tangga. Langkah ini dilakukan untuk membantu pengawasan peserta sekaligus mendukung kelancaran dan keselamatan selama perlombaan. Salah satu catatan menarik dari simulasi tersebut adalah keberhasilan peserta tercepat menyelesaikan pendakian hingga 26 lantai hanya dalam waktu empat menit.

Latihan Strength dan Endurance

Salah satu peserta yang sukses menaklukkan 26 lantai dalam empat menit adalah Attila Daffa Yaghi. Butuh persiapan ekstra untuk bisa menaklukkan Jakarta Vertical Run.

"Untuk Jakarta Vertical Run, saya lebih fokus ke strength training karena saya biasanya dulu ikut lari di jalanan. Saya tertantang ikut vertical run. Setelah mencoba simulasi 26 lantai. Saya merasa perlu latihan strength seperti squat dan penguatan kaki. Juga harus latihan endurance," ujar Daffa.

Persiapan ekstra diperlukan karena Jakarta Vertical Run benar-benar memberikan tantangan berbeda dibanding lomba lari pada umumnya.

"Kalau lomba lari di jalanan kan oksigennya banyak, kalau ini kan menaiki tangga darurat yang tentu oksigennya terbatas. Kedua elevasinya sangat berasa apalagi nanti sampai lantai 106. Tadi baru 26 lantai sudah pada engap," tegas Daffa.

Jakarta Vertical Run diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta dan disebut sebagai ajang resmi Towerrunning World Association (TWA) pertama di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari program sport tourism Dispora DKI Jakarta untuk mendorong aktivitas olahraga perkotaan dan memperkenalkan pengalaman berolahraga di gedung pencakar langit.

"Kebetulan tower run di Indonesia juga sudah diakui oleh tower run dunia ya, jadi kita akan menggelar tower run pertama kali di Indonesia nanti pada 15 November. Kebetulan event ini juga diselenggarakan dalam rangkaian hari jadi dan juga mengusung lima abad Jakarta. Peserta di simulasi Minggu ini ada sekitar 200-250 peserta. Nantinya pada saat acara 15 November nanti sudah ada sekitar 800 peserta yang mendaftar dari 20 negara" jelas Elwi sebagai Strategic Head Jakarta Vertical Run.



Simak Video "Video: Ada Apa dengan PM Inggris dan Bos Manchester City?"

(mrp/bay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork