Akli terpaksa dirawat di rumah sakit selama enam hari akibat benturan keras dengan kiper PSAP Sigli, Agus Rahman, yang mengenai perutnnya. Insiden itu terjadi saat Persiraja Banda Aceh melawan PSAP Sigli di Stadion Dimurthala, Lampinueng, Banda Aceh, pada Sabtu 10 Mei 2014.
Saat itu, Akli sempat mencetak gol sebelum terlibat benturan dengan kiper. Namun gol Akli tersebut dianulir wasit. Akli kemudian diboyong ke luar lapangan sambil meringis kesakitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akli diduga mengalami luka dalam dan kantung kemihnya bocor. Sebelum meninggal dunia pada Jumat (16/5/2014) pukul 11.00 WIB, Akli sempat kritis. Jenazah Akli dibawa pulang ke kampung halamannya di Mutiara Barat, Pidie, Aceh, dan akan dikebumikan di sana.
Ketua Umum Persiraja, Jamaluddin T. Muku mengatakan, Persiraja Banda Aceh sangat berduka atas meninggalnya Akli. Menurutnya, Akli merupakan salah satu penyerang terbaik Persiraja.
"Kami semua berduka dan merasa sangat kelihangan," kata Jamaluddin saat dihubungi.
Menurut Jamaluddin, sejumlah rekan setim, manajer, dan ofisial serta sahabat Akli ikut bertandang ke rumah duka.
(roz/rin)











































