Mengenal Yellow Wall, Fans Kerennya Borussia Dortmund

Advertorial - Sport
Sabtu, 23 Okt 2021 00:00 WIB
adv bundes liga
Foto: DFL/Getty Images/Lukas Schulze
Jakarta -

Salah satu tim Bundesliga Jerman, Borussia Dortmund punya sekumpulan fans yang sangat antusias dengan klub dan berasal dari Ruhr. Mereka menyebut diri mereka sebagai Yellow Wall.

Melansir dari website Bundesliga, sekumpulan orang ini menempati tribun South Terrace yang berada di stadion kebanggaan dari Dortmund yaitu Signal Iduna Park. Tribun ini rampung pada tahun 1999 dan dapat menampung 24.454 fans.

Yellow Wall juga kerap mengeluarkan koreo hingga mozaik yang ciamik. Salah satunya ketika Die Borussen menghadapi Malaga pada ajang Liga Champions tahun 2013. Menjelang kick-off suasana di dalam stadion sangatlah istimewa. Yellow Wall menampilkan sebuah koreografi seorang penggemar kartun Dortmund dengan teropong.

Tak hanya itu, ada juga beberapa koreografi lainnya dan juga chant-chant dari Yellow Wall untuk menyemangati para pemain Dortmund. Bukan hanya untuk menyemangati, chant-chant tersebut juga membuat tim lawan seperti terkena mental.

Atmosfer yang disajikan oleh Yellow Wall juga membuat Signal Iduna Park seakan bergetar. Wajar saja, banyak tim yang langsung ciut ketika harus bertanding tandang ke markas dari Borussia Dortmund.

Fanatisme dari Yellow Wall juga diiyakan oleh mantan pelatih Dortmund Jurgen Klopp. Menurut Klopp, apa yang dilakukan oleh Yellow Wall adalah hal yang tak dapat ditandingi. Setiap kali ia dan timnya masuk ke lapangan, Klopp merasakan seperti lahir kembali.

"Setiap kali Anda berjalan keluar ke lapangan, rasanya seperti dilahirkan kembali, kecuali dengan lebih banyak tepuk tangan. Anda keluar, dan itu hanya meledak," kata Klopp.

Saksi kegilaan dari Yellow Wall juga diamini oleh salah satu pemain Dortmund, Marco Reus yang menceritakan pengalamannya setelah pindah dari Mönchengladbach pada tahun 2012. Kapten dari Die Borussen ini mengatakan apa yang dilakukan oleh Yellow Wall membuat bulu kuduknya berdiri.

"Luar biasa. Saya merinding hanya pemanasan, apalagi setelah mencetak gol," tutur Reus.

Yellow Wall juga salah satu garda terdepan yang menyuarakan regulasi kepemilikan klub 50+1. CEO Borussia Dortmund Hans-Joachim Watzke pada tahun 2016 pernah berkata kalau penonton Liga Jerman secara tradisional memiliki hubungan yang dekat dengan klubnya.

"Dan jika dia merasa bahwa dia tidak lagi dianggap sebagai penggemar tetapi sebagai pelanggan, kami akan memiliki masalah," kata Watzke.

Regulasi ini mengatur klub, dalam arti luasnya yaitu penggemar memegang mayoritas hak suara mereka. Di bawah aturan sepakbola Jerman, sebuah klub sepakbola tidak diizinkan bermain di Bundesliga jika investor komersial memiliki lebih dari 49 persen saham.

Intinya dengan adanya regulasinya ini investor swasta tak dapat mengambil alih klub dan berpotensi mendorong langkah-langkah yang memprioritas keuntungan. Secara bersamaan, keputusan ini juga melindungi klub dari pemilik yang sembrono dan menjaga kebiasaan demokratis klub-klub Jerman.

Secara historis, tim Jerman adalah organisasi nirlaba yang dijalankan oleh asosiasi anggota, dan sampai tahun 1998 kepemilikan pribadi dalam bentuk apapun dilarang. Aturan 50 + 1, yang diperkenalkan tahun itu, membantu menjelaskan mengapa utang dan upah klub-klub Jerman sangat terkendali dan mengapa harga tiket tetap sangat rendah dibandingkan dengan liga utama lainnya di Eropa.

Seperti yang dikatakan Watzke, hasil dari sistem ini adalah bahwa penggemar biasanya tidak diterima begitu saja.

"Aturan 50 + 1 secara signifikan lebih baik daripada membahayakan di Jerman," ungkap Watzke

"Sebagian besar klub tidak akan mendapatkan Roman Abramovich, yang di tempat pertama ingin melihat Chelsea menang. Sebagian besar investor ingin menghasilkan uang. Dan dari mana mereka mendapatkannya? Para penonton," sambungnya.

Karenanya Liga Jerman sangat mengutamakan penggemar dengan aturan 50+1, yang memastikan para penggemar tetap memegang kendali atas klub mereka. Dengan fanatisme yang ditujukan para fans dan juga sistem kepemilikan klub, wajar saja klub-klub dari Bundesliga terbilang sukses di kancah Eropa.

Oleh karena itu, Liga Jerman mengkampanyekan #YouAreTheBundesliga baru-baru ini yang menyoroti pentingnya para penggemar di seluruh dunia karena merekalah yang menjadikan Bundesliga seperti sekarang ini - liga yang mewakili semangat, emosi, tetapi juga rasa hormat.

Apalagi, Bundesliga adalah liga sepak bola dengan skor tertinggi di Eropa dan menawarkan permainan mendebarkan setiap akhir pekan. Dengan klub-klubnya yang unik, pengembangan pemuda yang ekstensif, dan inovasi yang sangat teknis, ia menawarkan sepakbola sebagaimana mestinya.

Maka daripada itu, jangan lupa saksikan Bundesliga yang disiarkan secara langsung lewat partner Bundesliga di Indonesia dan memiliki hak siar untuk menyiarkan setiap pertandingan. Sertakan juga hashtag #YouAreTheBundesliga pada postingan sosial media setiap menonton pertandingan!

(adv/adv)