Pro-Kontra Gelaran Natal NBA

- Sport
Minggu, 21 Des 2008 08:01 WIB
Jakarta - Dewasa ini, pertandingan olahraga telah menjadi industri hiburan. Dan yang namanya hiburan, pasti akan mengambil waktu waktu musim liburan untuk ditampilkan. Sebab, di masa liburan pasti banyak penonton yang datang untuk menyaksikan.

Sebagai contoh adalah Liga Premiership Inggris yang menggelar laga cukup di masa libur Natal dan akhir tahun. Titel spesial 'Boxing Day' turut menambah greget terhadap jadwal ini.

Tren tersebut nampaknya menular ke Amerika Serikat, khususnya ke kompetisi bola basket NBA. Tahun ini, NBA menggelar lima laga tepat pada hari Natal 25 Desember. Ini merupakan laga terbanyak yang digelar pada hari Natal sejak tahun 1979.  

Dari lima laga tersebut, terdapat ulangan final NBA musim lalu yang mempertemukan Boston Celtics dan LA Lakers. Laga lain adalah Washington Wizards vs Cleveland Cavaliers, Portland Trailblazers vs Dallas Mavericks, New Orleans Hornets vs Olrando Magic dan Phoenix Suns vs San Antonio Spurs.

Pelatih LA Lakers Phil Jackson menganggap laga Hari Natal penuh maksud tertentu. "Laga di Hari Natal sarat muatan kepentingan. Empat pertandingan dalam lima laga? Sangat tidak adil bagi kami," ujar Jackson seperti dikutip NBC Los Angeles.

Pendapat Jackson ada benarnya. Alasan bisnis ada di balik ini semua. Stasiun televisi ABC, ESPN dan TNT memegang hak siar eksklusif di laga Hari Natal. Tidak hanya laga, namun persiapan dan juga kisah-kisah menarik para pemain menjelang laga juga akan disiarkan.

Sambutan positif diberikan oleh mantan pemain LA Lakers, Ervin 'Magic' Johnshon. "Laga Hari Natal, di mana tim-tim hebat bertemu dan setiap orang menyaksikannya, menurut saya itu fantastis," tutur Johnshon kepada New York Times.

Ini merupakan konsekuensi logis dari industri olahraga dan hiburan. Di mana ada prospek meraih keuntungan, apa pun konsekuensinya, maka "the show must go on".

(arp/a2s)