Ketika skor di akhir kuarter kedua menunjukkan angka 40-20 untuk keunggulan Bima Sakti, mungkin akan banyak yang menyangka bahwa Pelita kembali akan tertinggal jauh di kuarter selanjutnya.
Kenyataannya tidak demikian. Andi Batam cs mampu menipiskan skor hingga 47-42 di akhir kuarter ketiga. Mereka bahkan mampu menekan Bima Sakti hingga skor kembali mengerucut menjadi 62-56 di 31 detik terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garuda Flexi Bandung dengan skor 57-87.
Manajer tim Pelita, Ronald Simanjuntak, menyebut bahwa kelemahan skuadnya adalah karena beberapa kali tembakan mereka di kuarter-kuarter awal gagal menemui sasaran. Imbasnya, meski mereka bisa mengejar di kuarter tiga dan empat, mereka
tetap tak mampu menyalip perolehan angka Bima Sakti.
"Saya pikir ini karena kita tertinggal terlalu jauh di kuarter satu dan dua. Tapi tadi kita sudah kasih brief kepada anak-anak dan pelatih juga sudah memberikan semangat sehingga tim bisa tampil lebih bagus."
"Kalau saya bilang, saya pikir dari akurasi tembakan. Karena, banyak tembakan kita yang tidak masuk. Saya juga lihat di kuarter pertama Andi Batam agak terlalu memaksa (melakukan tembakan) sehingga banyak terjadi turn over," tandas
Ronald.
Selanjutnya, Pelita akan bertanding melawan CLS Knight Surabaya, Selasa (10/2/2009). Ronald mengatakan, timnya masih harus membenahi kemampuan fisiknya untuk menghadapi laga tersebut.
"Mudah-mudahan kita bisa mengalahkan CLS. Dari size (tinggi badan, red) mereka juga rata dan stamina mereka bagus. Sementara saya pikir fisik kita masih kurang," pungkasnya. (roz/key)











































