Garuda Puas tapi Juga Heran

IBL

Garuda Puas tapi Juga Heran

- Sport
Minggu, 10 Mei 2009 20:42 WIB
Garuda Puas tapi Juga Heran
Jakarta - Kemenangan telak 97-52 Garuda Flexi Bandung atas Nuvo CLS Knights Surabaya tentunya disambut suka cita oleh seluruh anggota tim. Namun buruknya performa CLS tak urung membuat Garuda bertanya-tanya.

Dalam laga yang berlangsung di Hall Basket Senayan, (10/5/2009) sore WIB itu, pertandingan berjalan tak seimbang. Garuda tampil dominan atas CLS sepanjang empat kuarter dan membuat permainan lawannya tersebut tak berkembang.

Fakta tersebutlah yang membuat tanda tanya besar di benak asisten pelatih Garuda, Edhie Sugandha. Edhie mengatakan bahwa kemenangan ini membuat mereka puas, namun masih terbesit di pikirannya kemanakah kemampuan hebat CLS yang ditunjukkan pada putaran pertama IBL 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai coach, kita senang kita bisa menang. Namun dari sisi pecinta basket tentunya ini menimbulkan tanya besar dan rasa kecewa kenapa CLS bermain buruk? Padahal mereka itu tim bagus saat putaran pertama lalu," ujar Edhie usai pertandingan.

Namun, Edhie pun tak lupa mengatakan bahwa timnya sangat menghormati CLS walaupun mereka berhasil menekuk telak lawannya itu. Itu dibuktikan di kuarter keempat, dimana Garuda sudah leading jauh namun pemain-pemain inti tetap dimainkan.

"Kami tetap respek pada CLS. Tidak ada maksud untuk meremehkan mereka. Makanya kami tetap menurunkan first time di kuarter akhir tadi," tandasnya.

Senada dengan Edhie, pemain Garuda yakni Agustinus Sigar pun mempertanyakan kemana hilangnya performa hebat CLS selama putaran pertama, dimana sukses menempatkan tim asal Kota Pahlawan itu di deretan empat besar klasemen sementara.
Β 
"Garuda saya akui main bagus hari ini. Namun itu karena lawannya juga bermain buruk. Apa mungkin mereka ada masalah internal atau yang lain mungking," nilai Agustinus.

Agustinus menilai kuarter kedua adalah kunci kemenangan timnya dalam laga itu. Kemampuan timnya untuk mentransformasikan strategi CLS di kuarter pertama ternyata terbukti ampuh.

"Di kuarter pertama mereka menekan kami dengan strategi fastbreak. Namun begitu kuarter kedua kami terapkan seperti CLS mainkan, dan kami berhasil membuat mereka dibawah tekanan dan permainan mereka pun tak bisa berkembang," pungkas dia.
(mrp/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads