"Kita sudah kasih yang terbaik yang kita punya dan sudah coba semuanya. Tapi yang kuat dialah yang menang, dan Libanon (Al Riyadi ) membuktikan mereka adalah salah satu kandidat kuat juara di turnamen ini,” ungkap Fictor G. Roring atau yang akrab di sapa Ito itu usai pertandingan yang berakhir dengan 86-69, Minggu (17/5/2009).
Ito pun memaparkan bahwa kunci kekalahan timnya ada di kuarter ketiga. Dan bukti nyatanya adalah SM hanya mampu mencetak tujuh poin, sedang Libanon 22 angka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski timnya mengalami kekalahan, Ito tetap memuji anak-anak asuhnya yang bermain sepenuh hati pada laga ini, khususnya untuk dua legion asing mereka, Rashad Dominic Powell dan Nakiea Jovon Miller.
“Namun saya akui anak-anak main bagus hari ini. Saya suka cara mereka bermain. Apalagi pemain asing kita ternyata melebihi ekspetasi saya, mereka bermain dengan baik,” nilai Ito.
“Target kami sekarang adalah untuk merebut posisi kelima. Itu harus dan saya siap siapapun lawan kami nanti,” ujar Ito merujuk pada dua laga selanjutnya SM untuk finis di posisi lima di akhir turnamen ini.
Senada dengan Ito, pemain SM, Welly Situmorang, mengatkan bahwa ia dan rekannya telah berusaha memberikan yang terbaik. Namun penampilan solid Al Riyadi mematahkan semangat para pemain SM.
“Saya akui kita kalah jauh, apalagi di kuarter ketiga, perbedaan angka jomplang sekali. Al Riyadi (Libanon) memang bermain baik hari ini,” pungkas Welly. (din/krs)











































