Pada kuarter pembuka, pertandingan berjalan sangat menarik denga terjadinya kejar-mengejar angka. Saat kuarter pertama ini usai, Aspac sementara unggul dengan skor 17-16 .
Strategi defensif yang diperagakan Aspac sepanjang pertandingan membuat CLS keteteran. Tembakan three point yang dilakukan pemain-pemain Aspac juga kian membuat CLS kesulitan mengejar poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kuarter tiga, pertandingan sempat dihentikan beberapa menit oleh wasit karena ada gangguan pada salah satu papan skor. Wasit akhirnya meminta persetujuan kedua tim untuk melanjutkan pertandingan dengan hanya satu papan skor yang hidup.
Hingga kuarter keempat, keunggulan Aspac terus berlanjut. Akhirnya, ketika pertarungan disudahi, skor pertandingan memperlihatkan angka 87-64 untuk keunggulan Aspac.
Menurut asisten pelatih Aspac, Mayckel Fernandus, kemanangan yang diraih timnya tidak lepas dari keberhasilan strategi defensif yang dijalankan para pemainnya.
"Kita sepanjang pertandingan terus melakukan defense dan itu jalan. Kalau defense baik, maka akan dapat hasil yang baik," jelasnya kepada wartawan usai pertandingan.
Sementara pelatih CLS, Simon Wong, mengakui kekalahan timnya disebabkan oleh transisi pergantian pelatih serta strategi defensif yang tidak berjalan dengan baik.
"Memang ada faktor transisi pergantian pelatih serta komunikasi pemain dalam defense kurang baik. Tapi yang penting bukan pemain yang salah tapi pelatih yang salah sehingga kita kalah," ujarnya.
Meski timnya kalah dalam laga perdana, Simon Wong tetap yakin timnya akan sapu bersih di empat pertandingan sisa serta tetap fight sat melawan Britama Satria Muda Jakarta.
(ze/arp)











































