Dalam dua game pertama di Los Angeles, Magic selalu menelan kekalahan. Untuk sementara mereka seperti antiklimaks, karena sebelumnya dengan perkasa menyingkirkan juara bertahan Boston Celtics dan favorit Wilayah Timur Cleveland Cavaliers.
"Garis bawahnya adalah, kami tahu kami semestinya bisa menang di LA, seperti kami melakukannya di Boston dan Celeveland," tutur pelatih Stan van Gundy setelah timnya kalah 101-96 di game kedua kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya tiga tim yang pernah bangkit dari ketinggalan 0-2 untuk kemudian memenangi final NBA. Kali terakhir yang melakukannya adalah Miami Heat tiga tahun silam, ketika mereka berturut-turut menguasai empat game setelah kalah di dua laga pertama di Dallas (Mavericks).
Kemenangan hari Rabu (10/6/2009) pagi WIB setidaknya akan memberi garansi pada Magic untuk menjaga peluangnya menghadapi Lakers, apalagi game keempat dan kelima juga digelar di Orlando. Dua game terakhir (jika perlu), kembali dihelat di markas Lakers.
"Ini bukan hal baru buat kami," tukas forward Rashard Lewis, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (9/6). "Game berikutnya sangat penting. Kami wajib menang. Anda tentu tak mau menggali tiga lubang untuk diri Anda sendiri.
"Kami akan menganalisisnya lewat rekaman film. Tapi kami pun tim yang mampu bangkit," tegasnya. (a2s/roz)











































