Magic memperbaiki permainan buruknya di dua game pertama dengan menundukkan Lakers 108-104 hari Rabu (10/6/2009) pagi WIB kemarin. Hasil itu membuat kedudukan berubah menjadi 2-1, masih untuk Lakers.
Statistik mencatat, Magic membuat hampir 63 persen dari shooting-nya di pertandingan ketiga itu. Persentase itu adalah sebuah rekor di final NBA, yang mengingatkan pelatih Lakers, Phil Jackson, saat masih menjadi pemain New York Knicks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itulah game pertama pada final itu, dan satu-satunya kemenangan kami," sambung Jackson, merujuk pada fakta bahwa Knicks kalah 1-4 dari Lakers.
Permainan Magic yang gemilang di game ketiga juga mendapat pujian dari Bryant. Menurut bintang Lakers ini, pasukan Orlando tidak memunculkan performa yang hebat karena kebetulan.
"Mereka dalam posisi ini (masuk final) karena mereka melakukan tembakan dengan baik. Mereka panas bukan karena kebetulan atau untuk satu game saja,β tutur Bryant.
"Bisa bisa memanas dan terus begitu. Ketika itu terjadi, maka Anda berurusan dengan sesosok monster," sambungnya.
Game keempat masih akan diadakan di kandang Magic pada hari Jumat pagi WIB.
(a2s/din)











































