Pelatih Fictor Gideon 'Ito' Roring mengatakan hal tersebut seusai timnya mengalahkan Bima Sakti dengan skor 73-44 dalam lanjutan IBL Seri 6 Putaran II di GOR C'tra Arena, Bandung, Minggu (14/6/2009).
Kemenangan tersebut membuat SM belum terkalahkan dari 17 laga yang telah dilakoninya. Catatan sempurna bisa tercapai apabila di partai terakhir melawan Stadium Bhinneka Solo hari Selasa (16/6), Rony Gunawan dkk bisa kembali menang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadapi Bima Sakti, SM nyaris kena batunya. Di kuarter pertama mereka tertinggal 13-18, dan di kuarter kedua pun tak mampu mengejar. Alhasil, juara empat musim berturut-turut tertinggal 23-28 di babak pertama.
Baru di kuarter ketiga mereka bergerak cepat untuk memperbaiki permainan. Melalui Wendha Wijaya SM membalikkan keadaan menjadi unggul 29-28, dan sejak itu mereka mulai mendominasi, sampai akhirnya menang di skor 73-44.
Empat pemain mencetak poin tertinggi (14), yakni Rony dan Welyanson Situmorang dari SM, serta Posianus Indrawan dan Yanuar Dwi Triasmoro dari Bima Sakti.
Lebih lanjut Ito mengatakan, konsistensi permainan pasukannya belum sesuai harapan.Β "Kemarin malam saya wanti-wanti tim supaya menjaga level permainan. Konsistensi harus dijaga. Dan kekhawatiran itu kejadian (hari ini). Untungnya kami bisa memperbaikinya."
SM sudah dipastikan bertengger di puncak klasemen babak reguler dan otomatis lolos ke babak Final Four. Laga melawan Bima Sakti (dan Stadium hari Rabu) sudah tidak lagi mempengaruhi posisi mereka.
"Justru di game seperti ini kita harus belajar menjaga konsistensi permainan. Di situ letak tantangannya," tandas Ito lagi.
"Saya ingatkan pada anak-anak, perjalanan masih panjang. Kita masih jauh dari juara. Intinya, kita harus selalu dalam kondisi siap," pungkasnya. (a2s/a2s)











































