Capello: Milan Berjudi dengan Amorim

Capello: Milan Berjudi dengan Amorim

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Rabu, 17 Jun 2026 05:30 WIB
Soccer Football - Premier League - Leeds United v Manchester United - Elland Road, Leeds, Britain - January 4, 2026  Manchester United manager Ruben Amorim reacts REUTERS/Chris Radburn EDITORIAL USE ONLY. NO USE WITH UNAUTHORIZED AUDIO, VIDEO, DATA,
Ruben Amorim diragukan bisa sukses di AC Milan menyususul kegagalan di Manchester United. (Foto: REUTERS/Chris Radburn)
Milan -

Eks pelatih top Italia Fabio Capello sangsi dengan keputusan AC Milan memilih Ruben Amorim. Menurut Capello, Milan berjudi mengingat Amorim gagal di MU.

Milan telah mengumumkan Amorim sebagai pelatih baru mulai 2026/2027. Pelatih muda Portugal itu dikabarkan sepakat dikontrak sampai 2029 dengan gaji bersih sekitar 4 juta euro (Rp 82,1 miliar) setahun.

Amorim dipilih Milan setelah sempat dikaitkan dengan Oliver Glasner, Matthias Jaissle, dan Mauriio Pocchettino. Akan tetapi, tidak sedikit yang meragukan Amorim setelah gagal total selama satu setengah musim membesut Manchester United.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di bawah asuhan Ruben Amorim, MU finis ke-15 di Liga Inggris 2024/2025 posisi terendah klub dalam lima dekade. MU-nya Amorim hanya memenangi 15 dari total 42 pertandingan Premier League dan menderita 19 kekalahan. Plus, Amorim belum pernah berkarier di Italia baik sebagai pemain ataupun pelatih.

ADVERTISEMENT

"Saya sudah mendengar begitu banyak nama, semuanya berbeda; kewarganegaraan, gaya main, ide-ide. Saya rasa ini merupakan bukti dari kebingungan yang menyelimuti AC Milan," ujar Capello kepada La Gazzetta dello Sport.

"Amorim yang saya lihat di Lisbon memang meyakinkan saya, dan tentu saja Anda harus mempertimbangkan pekerjaan yang dia lakukan di Manchester," lanjut mantan allenatore Milan, AS Roma, dan Juventus ini.

"Mereka harus menjelaskan kepada dia bahwa Milan itu sebuah klub dengan sejarah yang harus dihormati, dan mereka harus memberikan hasil yang sesuai. Di United, dia kan tidak mampu menanamkan ide-idenya kepada para pemain; sedangkan di Milan dia akan harus melakukannya. Jadi perbedaannya juga akan harus dibuat oleh orang-orang yang dia punya."

"Bisa dibilang ini adalah lompatan ke dalam ketidaktahuan bagi mereka berdua. Rossoneri mempekerjakan seorang pelatih yang tidak mengenal liganya, dan dia... harus menebus dirinya sendiri setelah sebuah pengalaman yang gagal. Saya kira ini merupakan sedikit perjudian, tapi kita lihat saja sih dalam beberapa bulan ke depan...," ucap Capello tentang Amorim.




(rin/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads