Musim lalu boleh dinilai menjadi puncak dari keterpurukan kompetisi basket nasional 'Tanah Air' jika dilihat dari lepasnya sponsor utama IBL. Alhasil musim itu pun berjalan lesu bagaikan kurang darah.
Kini IBL telah berganti wajah setelah Deteksi Baskeball League (DBL) mengambil alih jalannya kompetisi. Namanya pun jadi NBL dan peraturan lama tapi baru mulai diterapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini (satu pemain hanya boleh main di satu kompetisi) sebenarnya bukan peraturan baru namun sudah ada sejak IBL. Kecuali yang bermain bagi timnas atau PON," ujar Direktur NBL Azrul Ananda dalam jumpa pers di Plaza Senayan, Kamis (5/8/2010) sore WIB.
"Liga kita dalam lima tahun terakhir ini dalam kondisi mengkhawatirkan maka kita selamatkan dulu NBL (IBL -red) supaya prestasi perbasketan kita bisa maju," sambungnya.
Lebih lanjut Azrul pun optimistis bahwa NBL, yang musim ini diikuti 10 tim, akan berjalan lebih kompetitif. Indikatornya adalah turnamen pra-musim yang dihelat di Malang Juli lalu.
"Saya ingin melihat musim ini sebagai musim yang bakal dikenang karena kekuatan makin merata. Dan saya ingin NBL lebih baik dari IBL atau Kobatama-kobatama sebelumnya. Dan kalau memang ada yang perlu dibenahi kita akan lakukan nanti," tukas Azrul.
NBL musim ini akan dimulai pada bulan Oktober dengan dimulai di Seri Surabaya yaitu di DBL Arena. Empat seri berikutnya akan dihelat di Bandung, Bali, Solo, Jakarta, dan Surabaya lagi.
(mrp/krs)










































