Ekspektasi besar menanti Heat di musim depan. Menyusul kedatangan dua super star, LeBron James dan Chris Bosh yang bergabung dengan Dwyane Wade.
Dengan komposisi tim yang demikian tak salah jika banyak kalangan lantas menjagokan tim Wilayah Timur ini menjadi juara sekaligus meruntuhkan dominasi LA Lakers-Boston Celtics yang dalam beberapa tahun terakhir mendominasi kompetisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus bicara soal kejuaraan," sahut eks Toronto Raptors itu di ESPN. "Saya mengharapkan memenangi sebuah gelar dan semuanya cuma sebuah kegagalan--dan saya pikir semua orang di klub ini juga berpikir demikian," tegas dia.
"Saya tidak akan duduk disini dan bilang bahwa (rekor) itu bukan tidak mungkin dipecahkan. Tapi untuk mencapainya akan dibutuhkan banyak kerja keras. Tentu saja kami tidak hanya akan pamer ... dan kami tahu segalanya tidak akan gampang kami raih," lanjut power forward setinggi 2.08 meter itu.
Kepindahan LeBron ke Heat mengecewakan klub yang selama ini mengandalkannya, Cleveland Cavaliers. Bahkan tak sedikit yang mencibir keputusan hengkang tersebut dan mencap MVP dua musim beruntun itu dengan label pengkhianat.
"Kami selalu waspada dengan apa yang kami lakukan dan bagaimana kririk akan selalu ada terkadang," sambung dia.
"(James) menggunakan (kritik) itu sebagai bahan bakar untuk juara tahun depan. Saya pikir banyak orang meragukan kami. Tapi tak apa, Anda tahu itu cuma bagian dari permainan. Selama kami bersatu dan bermain bagus, saya pikir kami tetap akan sukses," pungkas pemain NBA All-Star lima kali itu.
(rin/din)











































