Sempat terjadi kejar-mengejar angka hingga kuarter kedua, Citra Satria Jakarta justru kehilangan momentum memasuki dua kuarter terakhir saat menghadapi Stadium, Selasa malam (23/11/2010). Stadium, yang sehari sebelumnya mengalahkan Garuda, menang dengan skor akhir 75-59.
Kuarter pertama berjalan sangat ketat. Stadium yang sempat memimpin dengan selisih 10 angka terkejar oleh aksi individu pointguard Citra Satria, Vittorio Walewangko yang melesakkan dua tembakan tiga angka berturut-turut dan dua tembakan lay-up di bawah pengawalan ketat defender Stadium. Bersama Ngurah Teguh, Wale cs menempel ketat Stadium di ujung kuarter satu dengan skor 25-24. Stadium hanya unggul satu poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada kubu Stadium, Randolph Ariestedes dan Dino Leonardo terbilang cukup mudah menembus pertahanan Citra Satria yang tidak memiliki bigman andal. Meskipun hanya unggul tiga poin di akhir kuarter kedua, Stadium mulai mantap dalam permainan.
Pada dua kuarter terakhir, serangan Citra Satria melalui Evin Hadi lebih banyak terbuang percuma. Sebaliknya Stadium yang kembali memasukkan Ruslan justru semakin tajam. Daniel Iskandar mengumpulkan total 22 poin dan 14 rebound untuk membawa Stadium kembali menang di Bandung.
Garuda Menang Telak
Sementara itu, Garuda yang bermain buruk pada dua laga pertama di seri kedua di Bandung ini, menang telak atas Muba Hangtuah Indonesia Muda. Garuda yang langsung ngebut sejak kuarter pertama menang dengan skor 63-36.
Wendha Wijaya, Hendru Ramli dan Indra Wibawa membuat Muba keteteran dan membawa Garuda unggul 14-9 di kuarter pertama. Kuarter keedua masih menjadi milik Wendha yang bekerjasama sangat baik dengan Fadlan Minallah. Fadlan yang menyumbang dua angka di kuarter pertama berhasil menambah empat angka di kuarter kedua.
Sementara pada kubu Muba Hangtuah, seperti telah diprediksi sebelumnya, point guard Robert Santo Yunarto menjadi inspirasi serangan bagi timnya. Hingga kuarter 2 berakhir, Robert berhasil melakukan 1 steal, 3 assist dan 6 poin. Walau demikian, secara total keseluruhan Muba Hangtuah masih tertinggal dengan kedudukan 27-18 di akhir kuarter kedua.
Permainan Muba Hangtuah benar-benar tidak berkembang pada kuarter 3. Tim asuhan Coach Nathaniel Canson ini hanya berhasil mengemas 3 angka. Buggi yang diharapkan menambah angka melalui tembakan medium shot hanya memiliki persentase 10% hingga akhir kuarter ketiga.
Garuda yang nampaknya mulai membenahi sistem pertahananya semakin sulit ditembus oleh Robert dan kawan-kawan. Garuda semakin menjauh dengan selisih keunggulan hingga 27 poin saat menutup pertandingan. Semua pemain Garuda mencetak angka kecuali Octovianus Permata Sura.
(roz/arp)











































