Dari rilis yang diterima detikSport, Angsapura sebenarnya sempat menyulitkan Garuda di kuarter pertama. Martha Rano, Valentino Wuwungan, Johannes Siahaan dan Luthfianes Gunawan memberikan kejutan kepada publik Bandung yang memadati C-Tra Arena dengan mengungguli tim tuan rumah 14-12 di akhir kuarter pertama.
Pada pertengahan kuarter kedua, anak asuh coach Danny Kosasih ini pun masih meninggalkan Garuda dengan skor 21-18. Situasi ini membuat Pelatih Garuda Johannis Winar mulai memasukkan Agustinus Dapas Sigar yang kerap kali berhasil memecahkan kebuntuan serangan Garuda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garuda mulai tancap gas di kuarter ketiga dan keempat. Pertahanan pun menjadi lebih solid danΒ membuat para pemain Angsapura kesulitan mencetak angka. Garuda beberapa kali mengumpulkan poin dua kali lipat dari raihan Angsapura.
Nico Donda, Aguy, Denny Sumargo, dan Octovianus Permata Sura masing-masing mencetak 11 poin sementara Hendru Ramli mengemas 14 poin untuk memastikan kemenangan kedua Garuda di kandang.
SM Tekuk Citra Satria
Sementara itu dalam pertandingan sebelumnya, Satria Muda Britama berhasil mengalahkan Comfort Mobile Citra Satria Jakarta. SM menang 73-61 dalam pertandingan yang sempat berlangsung ketat.
Menghadapi SM yang memiliki postur tubuh lebih besar dibandingkan para pemainnya, head coach Citra Satria, Bintoro, tampaknya menginstruksikan anak asuhnya untuk mengandalkan tembakan jarak jauh dan serangan-serangan fast break.
Strategi ini cukup efektif pada kuarter pertama. Melalui Ngurah Teguh, taktik Bintoro cukup berjalan baik. Teguh mencetak tujuh angka untuk mengimbangi Satria Muda yang hanya unggul tipis di kuarter pertama, 15-12.
SM yang kerap kalah pada bola-bola rebound di kuarter pertama, memperbaiki kinerjanya di kuarter kedua. Melalui Bonanza Siregar dan Rony Gunawan, SM sangat dominan di bawah basket saat bertahan maupun menyerang. Bona mencetak lima angka sementara Rony menghasilkan enam angka untuk membawa SM unggul di akhir kuarter kedua dengan skor 34-28.
Citra Satria mulai tertinggal jauh di kuarter ketiga. Evin Hadi yang memiliki pergerakan sangat lincah saat menguasai bola dan sangat bertenaga tidak diimbangi dengan akurasi penyelesaian yang baik. Evin hanya menghasilkan enam poin di akhir kuarter ketiga, sementara Teguh mencetak 12 angka.
Namun demikian, di kubu Satria Muda, Christian Ronaldo Sitepu mulai tampil dominan. SM menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 17 angka.
Efektivitas serangan Satria Muda yang mencapai rata-rata 42 persen menunjukan konsistensi permainan yang baik. Hasil ini menempatkan Satria Muda pada posisi ketiga di klasemen sementara NBL Indonesia dengan enam kemenangan dari delapan kali pertandingan.
(roz/din)











































