Dengan bermodal kenangan pahit dari kekalahan telak tersebut, Garuda langsung tancap gas sedari awal pertandingan melawan CLS, Jumat (17/12/2010). I Made "Lolik" Sudiadnyana sukses jadi inspirator permainan Garuda dengan mengemas sembilan angka untuk bikin timnya unggul 18-13.
Di kuarter kedua, alih-alih bangkit dan mengejar, penampilan CLS malah menurun. Walhasil, Lolik sukses menambah tujuh poin di kuarter ini untuk membantu Garuda menjauh dengan selisih 19 angka di akhir kuarter kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CLS baru mulai memperlihatkan indikasi bangkit pada kuarter empat. Mereka bahkan mampu melebihi tambahan angka Garuda di kuarter ini, dengan 22 berbanding 14. Tapi mereka tetap tidak mampu menghindar dari kekalahan.
Stadium Tunduk di Tangan Pelita Jaya
Pada pertandingan lain, Pelita Jaya Esia masih terlalu tangguh untuk Stadium Jakarta. Pelita Jaya meraih kemenangan dengan keunggulan jauh, 72-43.
Setelah di partai sebelumnya mengalami kekalahan untuk kali pertama di NBL Indonesia, Pelita Jaya langsung kembali unjuk gigi dan menggila saat menghadapi Stadium.
Di kuarter pertama, Pelita Jaya masih belum memperlihatkan dominasinya walau tetap mampu unggul 10-4. Permainan pun masih relatif berimbang di kuarter dua yang diakhiri dengan skor 29-20 masih untuk keunggulan Pelita Jaya.
Barulah mulai kuarter tiga Pelita Jaya tampil luar biasa. Dimotori Ary Chandra yang mencetak tambahan 11 angka di kuarter ini, Pelita Jaya menjauh dengan keunggulan 25 poin. Keunggulan ini langgeng sampai akhir pertandingan.
(krs/rin)











































