Diberitakan Reuters, Jumat (15/7/2011), juru bicara NBA menyatakan bahwa pihaknya telah melepas 114 staf dalam dua hari terakhir ini. Angka itu sekitar 11 persen dari pekerja di kantor NBA di New York, New Jersey, dan internasional.
Dikatakan sang jubir, Mike Bass, pengurangan karyawan itu tidak berkaitan langsung dengan keadaan lockout, tapi lebih sebagai bagian dari rencana penghematan sebesar US$ 50 juta, terkait penghasilan NBA yang sedang "kembang kempis".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah dua minggu NBA "terkunci" aktivitasnya setelah tidak tercapai kesepakatan di antara para pemilik klub dengan pemain soal uang.
Belum lama ini dua klub juga melakukan pemangkasan karyawannya terkait lockout, yaitu Charlotte Bobcast dan Detroit Pistons. (Soal lockout, baca di sini).
(a2s/din)











































