Lima klub yang akan berkompetisi di WNBL tersebut adalah Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta, Surabaya Fever, Sritex Dragons Solo, Sahabat Semarang, dan Rajawali-Tunas Mojang Jawa Barat.
Mereka akan bertemu masing-masing dua kali, mengiringi Seri V NBL di Surabaya (10-18 Maret), Seri VI di Jakarta (31 Maret-8 April), dan putaran final di Yogyakarta (21-29 April). Final WNBL dijadwalkan pada 28 April di GOR UNY Yogyakarta, atau sehari sebelum grand final NBL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besarnya peserta putri di kompetisi SMA Honda Development Basketball League (DBL) menjadii salah satu faktor yang memotivasi DBL untuk menyediakan jenjang lebih tinggi pada talenta-talenta bola basket di kalangan kaum hawa.
"Setiap tahun, ribuan pemain putri bertanding di liga SMA kami di berbagai penjuru Indonesia. Walau mungkin hanya satu persen yang layak ke jenjang tertinggi, itu jumlahnya sudah ratusan. Sedih rasanya melihat minat dari grassroot begitu tinggi, tapi tidak ada yang berbuat apa-apa untuk membuat jenjang lebih tinggi," tutur Azrul.
"Semoga hadirnya WNBL ini semakin memacu semangat pemain-pemain putri muda untuk mengembangkan diri. Dan itu nantinya akan punya dampak jangka panjang untuk prestasi basket putri Indonesia."
Diadakannya kompetisi WNBL disambut baik oleh pihak Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).
"Perbasi memiliki komitmen untuk mengembangkan kompetisi bola basket senior putri. Kami menyambut baik langkah DBL Indonesia untuk menyelenggarakannya mulai tahun ini. Semoga kompetisi WNBL dapat menjadi ajang mencari pemain tim nasional Indonesia yang siap bersaing di ajang internasional," ujar ketua umum PP Perbasi, Anggito Abimanyu.
(a2s/krs)











































