"Mulai tahun ini Perbasi telah membuat kurikulum perwasitan dan kepelatihan," kata Ketua Umum PP Perbasi, Anggito Abimanyu, saat membuka penataran di Balai Diklat Pekerjaan Umum Yogyakarta di Jl Ngeksigondo, Kotagede, Yogyakarta, Senin (4/6/2012).
Anggito mengaku selama ini dirinya masih sering melihat seorang wasit menjadi kambing hitam dalam suatu pertandingan. Padahal pertandingan tersebut sangat menarik untuk disaksikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anggito penataran dan penyegaran wasit itu sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme wasit bolabasket. Saat ini jumlah kompetisi bolabasket yang ada di kelola Perbasi selama satu tahun ada 2 ribu pertandingan. Sedang kompetisi di luar Perbasi atau yang ada di daerah-daerah mencapai 700 an pertandingan.
"Jumlah ini sebenarnya masih kecil bila dibandingkan cabang olahraga lainnya, tapi kita saat ini perlu wasit yang berkualitas dalam jumlah banyak pula," ungkap Anggito.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Subu Bidang Perwasitan Abdur Rozak, kurikulum perwasitan dan kepelatihan yang telah dibuat PP Perbasi tersebut sesuai arahan Lembaga Akreditasi dan Sertifikasi Kemenpora.
(a2s/krs)











































