Penyesalan Lionel Messi

Penyesalan Lionel Messi

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 26 Feb 2026 00:00 WIB
Lionel Messi saat memperkuat Timnas Argentina di Piala Dunia 2022.
Lionel Messi saat memperkuat Timnas Argentina di Piala Dunia 2022. Foto: AFP/JUAN MABROMATA
Jakarta -

Lionel Messi mengaku menyesal tak serius belajar bahasa Inggris saat muda. Hal itu cukup berdampak pada kehidupan sehari-harinya.

Penyerang Inter Miami itu menyampaikan unek-uneknya dalam wawancara dengan podcast Meksiko, Miro de Atras. Ia jadi kesulitan membangun relasi dengan orang-orang akibat keterbatasan itu.

"Saya menyesali banyak hal. (Salah satunya) tidak belajar bahasa Inggris sewaktu kecil. Saya punya waktu untuk setidaknya belajar bahasa Inggris dan saya tidak melakukannya. Saya sangat menyesalinya," ujar Messi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pernah mengalami situasi ketika saya bersama orang-orang yang hebat dan spektakuler, dan ketika saya bisa berbicara dan mengobrol (dengan mereka), saya merasa setengah bodoh."

ADVERTISEMENT

"Saya selalu berpikir: 'Betapa bodohnya saya, betapa saya menyia-nyiakan waktu saya.' Saat masih muda, Anda tidak menyadarinya. Hari ini itulah yang saya katakan kepada anak-anak saya, (pentingnya) memiliki pendidikan yang baik, untuk belajar dan bersiap."

"Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya untuk memanfaatkannya. Mereka memiliki situasi yang berbeda dari yang saya alami meskipun saya tidak pernah kekurangan apa pun..."

Messi pindah ke Barcelona dari Rosario, Argentina saat masih 13 tahun. Kondisi itu membuat jenjang pendidikannya terganggu.

"Tahun terakhir saya bersekolah di Argentina adalah bencana," Messi melanjutkan.

"Saya tahu bahwa saya akan pergi (ke Barcelona). Di Barcelona, saya menyelesaikan masa SMA bersama anak-anak lain di (akademi muda Barcelona) La Masia."

"Saya mampu melakukan segalanya dan mencapai puncak (dalam sepak bola), tetapi di sepanjang perjalanan ada banyak pengalaman dan pelajaran yang dipetik."

"Memang benar sepak bola adalah jalan hidup. Sepak bola mengajarkan banyak hal, memberikan banyak nilai. Sepak bola menciptakan ikatan seumur hidup. Anda mengenal berbagai tempat," kata peraih delapan Ballon d'Or itu.




(adp/adp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads