Dari 20 pemain All-Star itu, lima di antaranya merupakan anggota First Team Flexi NBL Indonesia 2011-2012. Sisanya dipilih oleh penggemar lewat voting di situs resmi NBL, di mana pada periode 18-31 Mei 2012 ada lebih dari 100 ribu voter yang memberikan suaranya.
Tim yang bertanding di laga All-Star adalah Tim Red dan Blue. Masing-masing tim nanti akan diperkuat dua eks bintang NBA yang hadir, yaitu Jason Williams, Vin Baker, Ricky Pierce, dan Duane Causwell.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk kali pertama, kita mengukur siapa pemain paling populer di Indonesia. Yang menarik, mayoritas pemilih adalah penggemar perempuan. Karena itu, kalau melihat daftar yang terpilih, hasilnya merefleksikan itu pula. Semoga nanti pilihan-pilihan itu menyuguhkan atraksi yang atraktif. Apalagi, ini ada beberapa eks bintang NBA yang juga dikenal suka bermain atraktif," kata Direktur PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia sebagai penyelenggara, yang juga commissioner NBL Indonesia, Azrul Ananda, dalam rilis yang diterima detikSport.
Azrul menambahkan, saking banyaknya pemilih, penyelenggara terinspirasi untuk memberikan award khusus. "Pemain dengan vote terbanyak akan dapat gelar Most Popular Player. Kami akan umumkan itu nanti," ungkapnya.
Di barisan Red All-Star, ada Most Valuable Player (MVP) asal Bimasakti Nikko Steel Malang, Yanuar Dwi Priasmoro. Dia akan bermain bersama bintang pilihan penggemar, seperti Dimaz Muharri (CLS Knights Good Day Surabaya), Galank Gunawan (Satria Muda Britama Jakarta), dan Ryan Febriyan (NSH GMC Riau).
Di Blue All-Star, nama yang muncul antara lain Kelly Purwanto dan Andi βBatamβ Poedjakesuma (Pelita Jaya Esia Jakarta), serta tiga anggota First Team, yaitu Ary Sapto dan Dian Heryadi (Muba Hangtuah IM Sumsel) plus Pringgo Regowo (Dell Aspac Jakarta). Pemain paling pendek di Flexi NBL Indonesia 2011-2012, Richardo Orlando Uneputty (Comfort Mobile BSC Jakarta), turut terpilih.
Dimaz, yang meraih banyak suara di Red All-Star, mengaku tak menyangka bisa ikut bergabung di ajang bergengsi ini. Dia berjanji akan memanfaatkannya secara maksimal dan menghibur para penggemar. "Ada pemain NBA yang akan ikutan gabung. Itu membuat saya semakin termotivasi. Apalagi, terakhir saya ikut bermain di tim All-Star pada 2008. Waktu masih Indonesian Basketball League. Itu sudah lama sekali," ujarnya.
Isman Thoyib asal Dell Aspac Jakarta, mewakili Blue All-Star, tak kalah antusias. "Ini luar biasa, bisa main bareng dengan mantan bintang NBA. Rasanya nggak percaya. Saya sudah tidak sabar bertemu mereka dan memberi aksi terbaik buat penonton. Saya yakin, seluruh pemain yang terpilih juga begitu," kata center berpostur 201 centi meter ini.
(mfi/mfi)











































