Phil Jackson Luncurkan "Diary 2003-04"

Phil Jackson Luncurkan "Diary 2003-04"

- Sport
Rabu, 13 Okt 2004 10:41 WIB
Jakarta - Mantan pelatih Los Angeles Lakers Phil Jackson akan segera meluncurkan buku harian yang menceritakan tentang masa kepelatihannya musim 2003-04. Dalam buku yang bertajuk "The Last Season: A Team in Search of Its Soul" itu Jackson mengungkapkan perseteruannya dengan bintang Lakers Kobe Bryant. Dilansir AP, Rabu (13/10/2004), buku harian Jackson akan diluncurkan bulan ini. Namun petikan-petikan buku tersebut akan diterbitkan majalah "Los Angeles Times" dalam edisi Selasa pekan depan. Satu hal menarik yang terungkap dalam buku harian Jackson adalah soal perseteruannya dengan Bryant. Ternyata, meski dari luar kelihatan adem ayem, sesungguhnya Jackson tak pernah akur dengan Bryant bahkan sejak pertama menjabat sebagai pelatih Lakers. Mantan pelatih Chicago Bulls itu pernah meminta manajemen Lakers untuk men-trade Bryant dengan Jason Kidd atau Shawn Marion dari Phoenix Suns musim 1999-00. Permintaan itu diulanginya lagi musim lalu, dimana Jackson mengalami puncak ketidakharmonisannya dengan bintang all-star itu. Lebih jauh, Jackson juga mengungkapkan kalau kepergian center Shaquille O'Neil ke Miami Heat sebagian disebabkan karena memuncaknya ketidakharmonisan dengan Bryant. Pasalnya Bryant, ditulis Jackson, selalu iri dengan fasilitas atau perhatian tertentu yang diterima oleh Shaq. "Saya bosan menjadi pendamping Shaq terus," tulis Jackson mengutip perkataan Bryant. Ungkapan-ungkapan jujur pria yang dijuluki "Master Zen" tersebut tampaknya bakal menimbulkan kontroversi. Belum diluncurkan saja, Lakers sudah menganggap kalau buku harian tersebut mengandung beberapa ketidakakuratan. "Ada beberapa anekdot yang menceritakan masalah pribadi yang diungkapkan dalam ruangan tertutup. Sementara Phil (Jackson) memilih untuk menceritakannya kepada publik, kami akan menjunjung tinggi privasi yang kami anggap harus dipertahankan ...namun harus diingat kalau sebagian besar isi buku tersebut adalah opini Phil dan oleh karenanya itu harus dimengerti, itu bukan fakta," ucap Lakers dalam sebuah pernyataan resmi. Jackson sendiri tampaknya tak ambil pusing dengan keberatan klub. Meski secara jujur menyatakan punya hubungan kurang harmonis dengan Bryant, ia mengaku puas bekerja di Lakers mengingat kerjasamanya dengan bintang bernomor punggung 8 itu mampu menghasilkan tiga cincin juara. "Saya tahu ada banyak kejadian yang menjurus kepada "perang urat syarat" antara saya dan Bryant di tahun lalu. Namun luar biasa-nya kami bisa mengadakan gencatan senjata yang menumbuhkan benih-benih kepercayaan diantara kami. Meskipun demikian saya selalu percaya kami tak pernah membangun kepercayaan yang cukup untuk mempersembahkan gelar juara buat Lakers," kata Jackson. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads