Akankah Tabuse Susul Yao Ming?
Rabu, 27 Okt 2004 19:13 WIB
Jakarta - Meski sudah memperkuat Phoenix Suns di beberapa gim pre-season, niat guard Yuta Tabuse untuk menjadi pebasket pertama asal Jepang yang bermain di NBA masih belum dipastikan. Tabuse sudah menjadi hit di Jepang ketika berhasil dipanggil Suns untuk memperkuat klub wilayah barat itu untuk bermain dalam beberapa pertandingan pre-season. Namun sejak datang ke kamp latihan Suns di Flagstaff, September lalu, ia baru bermain dalam satu pertandingan. Selama 20 menit, pebasket berusia 24 tahun ini mencetak 2 angka, 2 rebound dan 2 steal dalam laga lawan Los Angeles Clippers itu. Di tiga pertandingan berikut ia terpaksa tak dimainkan karena menderita cedera paha. Sementara di pertandingan terakhir, Tabuse gagal mencetak poin meskipun bermain selama 14 menit saat Suns menaklukkan Seattle SuperSonics 103-93. Beberapa hari lagi, Suns akan mengumumkan 15 pemain untuk didaftarkan sebagai pemain mereka musim 2004-05. Lalu bagaimana kans Tabuse? Indikasi-indikasi berikut setidaknya bisa menjawab pertanyaan tersebut: Pertama, Suns butuh pemain bertipe seperti Tabuse untuk melengkapi deretan guard Suns Steve Nash, Quentin Richardson dan Howard Eisley. Suatu ketika pelatih Mike D'Antonio mengeluarkan statemen yang menyatakan kalau pemain ini adalah seorang pemain yang mampu melengkapi kekurangan timnya. "Tabuse punya skill yang substansial buat tim ini. Jika tim sedang flat atau (guard) Steve Nash butuh istirahat, kecepatannya bisa membawa kami memainkan tempo yang tinggi di lapangan," ucap D'Antoni soal mantan pemain Brigham Young-Hawaii ini kepada East Valley Tribune. Kedua, Tabuse merupakan aset jualan yang menarik. Layaknya David Beckham di sepakbola Inggris, Tabuse merupakan superstar buat pencinta basket Jepang. Simak saja julukannya: "(Michael) Jordan dari Jepang". Nyatanya ia memang magnet yang menarik para pengiklan. Ia memiliki kontrak panjang bersama produsen aparel beken Nike dan menjadi ikon bir Jepang. Suns tampaknya sudah mulai kepincut dengan pria yang pernah dibuatkan dokumentasinya oleh sebuah televisi Jepang. Buktinya, mereka sudah menjual jersey Tabuse bernomor punggung satu via situs resmi Suns sejak beberapa waktu lalu. Namun indikasi-indikasi itu bukan lalu membuat Tabuse boleh besar kepala. Lihat saja pengalaman guard asal Cina Liu Wei. Biar pernah dipuji oleh pelatih Rick Adelman saat membela Sacramento Kings di dua gim pre-season melawan Houston Rockets di negeri asal-nya, Wei toh tetap dicoret dari susunan tim Kings 2004-05. Alasan Kings, mantan pemain Shanghai Sharks itu tak tak cukup bagus untuk bermain buat mereka. Bermain total 34 menit dalam tiga dari enam pertandingan Kings, ia hanya mencetak dua angka, dua assist plus empat rebound. Lebih jauh, Tabuse mungkin bisa berkaca dari pengalaman tahun lalu. Ia juga sempat menjalani latihan di kamp Denver Nuggets, sebelum akhirnya dicoret menjelang pemilihan 15 anggota tim. Namun jika Tabuse berhasil menembus NBA, ia akan menjadi pebasket Jepang pertama dan pebasket Asia kelima setelah empat pemain Cina --Wang Zhi Zhi, Mekee Bateer, Yao Ming dan Xue Yuyang-- yang bermain di NBA musim 2004-05. Lebih jauh, ia akan mengulangi prestasi "negeri matahari terbit" 57 tahun lalu, melalui pebasket AS keturunan Jepang Wataru Misaka. "Satu-satunya alasan saya bermain basket adalah untuk bermain di NBA. Jika itu sampai terjadi, maka saya tak hanya memenuhi harapan saya, namun juga harapan orang tua saya dan harapan masyarakat Jepang," imbuh Tabuse. Akankah? (mel/)











































