Kompetisi basket antarklub Asia Tenggara, ABL, bakal dimulai pertengahan bulan depan. Meski memasuki bulan Ramadhan, Laskar Dreya tetap bakal tancap gas untuk melakukan persiapan.
Laga melawan Singapore Slingers pada 20 Juli mendatang bakal menjadi awal petualangan klub debutan asal Indonesia, Laskar Dreya, di ajang ABL.
Menatap kompetisi yang sudah di depan mata, Laskar Dreya pun saat ini sudah melakukan persiapan. Mereka saat ini tengah berlatih di Hall A Basket, Senayan, dengan materi pemain lokal. Sementara dua pemain asingnya, baru akan bergabung pada akhir pekan ini atau awal pekan depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar bisa tetap melakukan persiapan maksimal, tim pelatih pun disebut sudah mempersiapkan menu latihan agar Laskar Dreya tetap bisa berlatih maksimal. Hal itu seperti diungkapkan oleh manajer Laskar Dreya, Hendri Satrio.
"Laskar Dreya Indonesia itu dasarnya bagaimana kami bermain dengan ahklak dan keimanan yang tinggi. Oleh karena itu, kami selaku pengurus mencari caranya agar meski sedang puasa latihan tetap jalan," ucap Hendri dalam perbincangan dengan detikSport, Kamis (26/6/2014).
"Saya kira coach kami mempunyai metode yang seimbang agar ibadah dan latihan bisa berjalan selaras."
"Kami akan latihan semaksimal mungkin, supaya kami diperhitungkan oleh semua lawan yang sudah lebih lama berkiprah di ABL. Sebab ABL ini merupakan ajang yang prestisius," imbuhnya.
Tak melulu soal teknik, Laskar Dreya juga mempersiapkan mental bertanding. Sebabnya, di kompetisi NBL musim lalu, Hang Tuah IM Sumsel, yang sebagian besar pemainnya akan memperkuat Laskar Dreya, acapkali mengakhiri laga dengan kekalahan meski mampu unggul lebih dulu.
"Pembenahan mental juga menjadi fokus kami. Mungkin kami akan merekrut seorang psikolog untuk membantu membentuk mental bertanding," ungkap Hendri.
(cas/rin)











































