Sampai Jumpa, Pak Pos!

Karl Malone Pensiun

Sampai Jumpa, Pak Pos!

- Sport
Senin, 14 Feb 2005 12:18 WIB
Jakarta - Hanya ada satu "Tukang Pos" di pentas NBA dan orang itu bernama Karl Malone. Tugasnya telah selesai dan ia memutuskan tak lagi mengantarkan bola-bola basket di lapangan.Ya. Malone memilih menyudahi karirnya sebelum genap melakoni musim ke-20-nya di NBA. The Mailman, begitu ia dijuluki, pensiun dengan nama besar tapi tanpa cincin juara dijarinya.Malone, yang karirnya dimulai ketika di-draft Utah Jazz ditahun 1985, adalah salah satu pencetak angka terhebat dalam sejarah NBA. Dalam buku rekor ia menempati urutan kedua topskor dengan raihan 36.928 poin, hanya 1.459 di bawah Kareem Abdul Jabbar.Bersama pasangan abadinya di Jazz, John Stockton, mereka merupakan duo yang paling disegani di NBA. Sayang, sama dengan Stockton yang setahun lebih dulu pensiun, Malone juga tak pernah merasakan indahnya menjadi juara.Prestasi terbaik Malone sifatnya individual, di antaranya MVP 1997 dan 1999; pemain kedua yang paling sering bermain di NBA (juga setelah Abdul Jabbar); pembuat rebound terbanyak keenam; tampil 14 kali di All Star Game; serta medali emas Olimpiade 1992 dan 1996.Ambisinya menjadi juara NBA hampir berhasil ketika Jazz masuk final dua kali (1997 dan 1998), tapi selalu digagalkan oleh Chicago Bulls dan Michael Jordan-nya. Sebelum musim lalu Malone meninggalkan Jazz untuk bergabung bersama LA Lakers.Final NBA pun ia cicipi, tapi di situ ia kembali menjadi orang kalah karena timnya dibekap Detroit Pistons. Minggu lalu ia sempat diisukan bakal pindah ke San Antonio Spurs dengan harapan dirinya bisa meraih gelar juara. Tapi ia akhirnya memutuskan lain."Sewaktu di pesawat aku tahu waktuku telah habis. Aku melihat dalam basket kita butuh fisik 100 persen dan mental 100 persen. Dan jika aku tak mampu membawakan Anda 200 persen, maka aku tak bisa mengantarkan apapun untuk kalian," Malone mengumumkan pengunduran dirinya di Utah, Minggu (13/2/2005). Meskipun tidak mengakhiri karirnya sebagai pemain Jazz, tapi klub tersebut sudah terlanjur mendarah daging dalam dirinya."Meskipun aku pergi dari sana selama satu tahun, tapi aku tumbuh sebagai orang Jazz. Jika aku cukup beruntung dimasukkan ke dalam Hall of Fame, maka aku akan masuk sebagai orang Jazz," ujarnya.Sampai jumpa, Pak Pos! (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads