Perbasi melanggar rencananya sendiri untuk bersegera membangun tim nasional baket menuju SEA Games 2017 di Kuala Lumpur dan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Faktanya, hingga liga bergulir, Perbasi belum menunjuk pelatih timnas.
Padahal, Indonesia Basketball League (IBL) yang sudah mulai bergulir sejak 9 Januari. Idealnya, sejak laga perdana hadir pelatih timnas untuk memantau para pemain yang tampil di ajang itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
β¨β¨
Kali ini giliran para pelatih yang mendesak agar Perbasi segera membentuk timnas.
"Timnas harus segera dibentuk, setidaknya pelatih ditunjuk lebih dulu jadi bisa memantau pemain di liga ini," kata Fictor Gideon Roring, pelatih Garuda Bandung kepada detikSport.
"Semestinya dari kemarin malah usai timnas SEA GAmes tak perlu ada pembubaran. Hasil SEA Games diteruskan, tidak perlu latihan di TC dulu tapi program di-setting karena metode harus disesuaikan dengan liga," imbuh dia.
Pelatih CLS Knights Surabaya, Wahyu Widayat Jati, juga heran dengan belum terbentuknya timnas SEA Games. Meskipun dengan pengalamannya timans selalu dibentuk dadakan.
"Tapi situasinya adalah kali ini kita bakal jadi tuan rumah Asian Games. Tidak masalah tidak TC karena saat ini liga artinya pemain tetap berlatih maksimal. Tapi Perbasi tetap harus bersegera untuk membentuk timas, terutama yang putri karena di liga pesertanya minim," ucap Wahyu.
"Kalau ada kendala dana itu masalah klasik. Persoalannya, Perbasi mau atau tidak? Serius atau tidak untuk membentuk timnas ini. Padahal mereka juga sudah mempunyai BTN.
"Jangan sampai timnas nanti berprinsip 'main untuk cari pengalaman'. Itu klise. Semestinya tidak ada kalimat seperti itu dalam diri atlet, pelatih, dan pengurus olahraga. Segeralah, minimal, tunjuk pelatih yang independen," ujar pelatih yang akrab disapa 'Cacing' itu.
(fem/a2s)











































