Sebelumnya, sembilan klub telah memastikan ikut dalam kompetisi IBL musim depan. Keikutsertaan mereka ditandai lewat pertemuan yang dilakukan bersama PB Perbasi dan Liga pada Senin, 14 November. Sembilan klub itu adalah Satria Muda, Pelita Jaya, Garuda Bandung, CLS Knights Surabaya, Bandung Utama, Hang Tuah, Pasific Caesar Surabaya, Satya Wacana Salatiga, Bimasakti Nikko Steel Malang.
Liga masih menyisakan satu slot untuk bisa menggenapkan kompetisi IBL, yang rencananya hanya akan diikuti 10 klub saja. Satu slot inilah yang bakal diperebutkan oleh M88 Aspac Jakarta, NSH Jakarta, dan Stadium Happy 8 Jakarta. Tiga klub ini sebelumnya menolak ikut serta karena keberatan dengan persyaratan yang ditetapkan Liga. Salah satunya soal pemakaian dua pemain asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam prosesnya, tiga klub yang tadinya keberatan akhirnya bersedia untuk ikut. Itu setelah Liga melakukan pertemuan sebanyak dua kali dengan tiga klub; Rabu dan Kamis, 15-16 November.
Pemilik M88 Aspac Jakarta, Irawan Haryono, mengatakan timnya bersedia ikut dalam IBL setelah miskomunikasi antara tiga klub dan liga terselesaikan dengan baik.
"Kami sudah melakukan pertemuan dari sejak kemarin dan hari ini. Hasilnya kami semua (Aspac, NSH, dan Stadium) menyatakan bersedia ikut. Kemarin itu kan hanya miscommunication saja dan sudah diselesaikan lewat pertemuan kami dengan PB Perbasi dan Liga. Semuanya lancar kok," kata Irawan kepada detikSport, lewat sambungan telepon Kamis (17/11/2016).
"Soal persyaratan? Enggak ada. Semuanya lancar kok. Saya tidak dikasih syarat apa-apa. Begitu untuk bidding 300 juta? Tidak ada juga. Makanya saya bilang tadi ada miscom saja. Pertemuan tadi kan hanya memperjelas saja, karena ini kan masalahnya untuk basket Indonesia dan memang nempel banget dengan persiapan SEA Games 2017 Malaysia. Jadi kita pikirkan bagaimana supaya tidak terganggu. Itu saja," ungkap dia lagi.
"Tapi kan kembali lagi walau kami sudah bersedia ikut tetap yang memutuskan liga. IBL jadi 12 tim itu yang bisa memutuskan direktur IBL-nya. Jadi tunggu saja."
Sementara itu Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Hasan Gozali, mengatakan akan mencoba mengakomodasi 12 tim yang sudah menyatakan bersedia ikut. Hanya saja, dia harus menghitung ulang budgeting operasional liganya.
"Sejauh ini semua (tim) mau sama-sama ikut. Tapi memang kami harus hitung ulang budgeting operasional untuk liganya. Karena dengan 12 tim itu tentu jumlah game akan bertambah, jumlah hari di tiap kota itu yang harus kita hitung lebih detail lagi. Ya, paling lama minggu depan saya sudah bisa sebut kepastian pesertanya," kata Hasan, ketika dihubungi terpisah.
"Makanya jangan dibilang fixed dulu. Kami sebenarnya mau mengakomodasi semuanya, tapi balik lagi ini harus dihitung detail dan tidak bisa langsung mengiyakan begitu saja. Tergantung hasil budgeting yang kami akan hitung dulu," tegas dia.
IBL 2017 sendiri rencananya akan digelar 14 Januari 2017 dan dilaksanakan di lima kota besar di Indonesia. Kota-kota itu adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.
Apabila pada akhirnya kompetisi diikuti 12 tim, maka akan berdampak pada jumlah pertandingan dan jadwal selesainya kompetisi. Soal itu, Hasan menyebut tidak akan ada perubahan dari jumlah kota yang akan menjadi tuan rumah IBL.
"Kami mau tetap coba di lima kota dulu. Kalau misalnya penambahan hari di kota tentu akan kami tambah. Bahkan kalau diperlukan extend 6 hari tapi untuk tambah kota, tidak. Karena secara waktu juga padat. Kompetisi ini harus sudah kelar Mei 2017 karena persiapan timnas basket menuju SEA Games 2017," pungkas Hasan.
(mcy/nds)