Championship Games IBL 2005
HP-Aspac Curi Gim Pertama
Minggu, 07 Agu 2005 22:50 WIB
Jakarta - Hewlett-Packard Aspac tinggal selangkah lagi merengkuh gelar juara A Mild IBL 2005 setelah dalam gim pertama Championship Games mencuri kemenangan di kandang Satria Muda Britama, Sportsmall Kelapa Gading, Minggu (7/8/2005), dengan skor 59-40. Partai puncak A Mild IBL 2005 terasa istimewa karena diwarnai oleh kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Presiden SBY sempat melakukan tip-off pertandingan ini sebelum memberikan kata sambutan. Setelah sambutan Presiden SBY, aksi yang sesungguhnya baru terjadi. Menurunkan starter Andy "Batam" Poedjakesuma, Riko Hantono, Hari Suharsono, Mario Wuysang dan Romy Candra, tim tamu, Aspac, langsung menggebrak di kuarter pertama. Akurasi tembakan para pemainnya (7/13) membuat skuad besutan Tjetjep Firmansyah ini mampu melejit dalam pengumpulan angka. Dengan strategi defense efektif, mereka pun mampu memaksa SM Britama banyak melakukan turnover. Di kuarter pembuka ini Aspac unggul jauh 23-6. Ketinggalan 17 angka di kuarter pertama membuat SM Britama terlecut. Di kuarter selanjutnya skuad besutan Fiktor Roring ini perlahan bangkit. Amin Prihantono cs mampu menuai 14 angka dan menahan Aspac hingga hanya membukukan 9 angka. Kuarter ketiga, SM Britama masih coba menipiskan ketinggalan. Beberapa kali mereka mampu melakukan steal dan memaksakan turnover. Kuarter ini ketinggalan SM Britama berkurang menjadi 10 angka (32-42). Sayang, tekanan SM Britama mengendur di kuarter keempat. Hal ini juga tidak terlepas dari kecemerlangan big man Aspac seperti Hari. Mantan center CLS Good Day tersebut mampu menyumbang 8 angka krusial. Diantaranya adalah sumbangan tiga angka yang membuat Aspac unggul 56-38. Andi Batam menambah satu angka dari lemparan bebas, sementara center pengganti, M. Thoyib, menyumbang 2 angka terakhir. Aspac pun menutup pertandingan dengan skor 59-40. Usai pertandingan, manajer Aspac Irawan Haryono mengungkapkan bahwa keberhasilan mereka leading jauh di kuarter pertama merupakan kunci kemenangan timnya. Namun demikian dia menyebut strategi dan keunggulan komposisi tim sebagai faktor lain. "Kami berhasil menyolong start di kuarter pertama, itu dimungkinkan karena anak-anak bermain relaks. Di kuarter kedua dan ketiga SM nguber terus tapi kami bisa bertahan," ucap pria yang akrab disapa Kim Hong ini. "SM tidak memiliki big man murni jadi kami bisa unggul di situ, selain itu kami juga memanfaatkan banyaknya pemain yang cedera di kubu lawan. Tahun lalu kami bisa keteteran karena ada Cacing (Wahyu Widayat Jati-Red), harus diakui kalau pengaruhnya sangat besar di SM," tukas Kim Hong lagi. Sementara Fiktor Roring mengaku timnya kali ini betul-betul kalah segalanya dari Aspac. Namun dia mengaku belum menyerah dan meminta Aspac agar waspada di gim berikutnya. "Perlu saya tekankan di sini kalau ini belum kelar, semua bisa terjadi sebelum tanggal 12 dan 13 Agustus (gim kedua dan ketiga Championship Games-Red). Yang pasti saya tidak akan tidur sebelum itu," tandas pelatih dengan sapaan akrab Ito itu. Dalam pertandingan tersebut tampil sebagai MVP, Hari Suharsono dari Aspac. Dia berhasil membukukkan 20 angka plus 7 reboound. Sementara dari kubu SM Britama Agustinus Sigar menjadi pendulang angka terbanyak dengan sumbangan 17 angka.Sukses Aspac terasa manis karena dilakukannya di hadapan sekitar 2.500 penonton yang memadati kandang SM Britama. Aspac tinggal mencuri satu kemenangan dalam gim yang akan digelar di kandangnya, Hall A Gedung Basket Gelora Senayan, tanggal 12 dan 13 Agustus nanti. Championship Games dimainkan dalam format the best of three. Pemenang adalah tim yang mampu merebut dua gim terlebih dahulu. (mel/)











































