A Mild Libama 2005 Seri 1 Yogyakarta
Mikroskil Bikin Kejutan Lagi
Jumat, 19 Agu 2005 17:06 WIB
Yogyakarta - STMIK Mikroskil lagi-lagi bikin kejutan. Setelah sukses menundukkan juara musim lalu STIE Perbanas, tim asal Medan ini kembali menang dari tim tuan rumah UGM Yogyakarta 73-60.Kemenangan ini membuat Mikroskil sukses mengumpulkan poin delapan dari empat kali laga, alias menang di seluruh pertandingan mereka. Sementara UGM mencatat prestasi buruk kedua setelah di pertandingan sebelumnya juga kalah 62-57 dari STIE Perbanas Jakarta. UGM pun harus puas dengan enam poin.Pertandingan yang berlangsung di GOR Amongrogo Yogyakarta, Jumat (19/8/2005) itu berlangsung seru. Kejar mengejar poin ditunjukkan kedua tim dari kuarter awal hingga pertandingan berakhir. Sayangnya tim UGM gagal memuaskan para pendukungnya yang hampir memadati tribun timur GOR Amongrogo yang berkapasitas 5000 orang itu.UGM berhasil unggul ketika pertandingan berakhir di kuarter pertama dengan skor 21-19. Memasuki perempat kedua, Mikroskil merubah strateginya menjadi lebih sedikit menyerang. Alhasil tim yang dimanajeri oleh Dani Kosasih tersebut sukses menahan laju UGM dengan skor 35-33.Kuarter ketiga dan keempat menjadi kuburan bagi UGM. Tim yang dilatih oleh Reiner tersebut seakan-akan mati kutu dengan zone defence yang diperagakan oleh skuad Mikroskil.Bermula dari tembakan tiga angka Jeffrey dan Karno ketika pertandingan menyisakan 4:11 menit, Mikroskil akhirnya mengubah kedudukan menjadi 45-41. Tapi Suhiharto "Cuhox" Effendi sukses menyamakan kedudukan lagi menjadi 53-53 dengan lemparan bebasnya setelah pertandingan memasuki sepertiga terakhir kuarter keempat.Sayangnya kedudukan tersebut gagal dijaga dengan baik oleh skuad UGM dan akhirnya Mikroskil berhasil mempecundangi UGM di kotanya sendiri dengan skor akhir 73-60.Kemenangan ini tentunya disyukuri oleh kubu Mikroskil yang mentargetkan empat kemenangan di Seri 1 Yogyakarta tersebut. Namun Dani merasa bahwa timnya kurang meyakinkan dan masih banyak yang harus dibenahi."Kami bisa tertinggal di kuarter pertama karena sering salah komunikasi antara pemain, tapi tim secara keseluruhan main bagus," ujar Dani ketika ditemui detiksport seusai pertandingan, seraya menambahkan bahwa faktor lelahnya point guard Riki Kurniawan juga menjadi sebab mengapa timnya bisa sedikit tertinggal.Dani juga berharap bahwa kekurangan di pertandingan ini, seperti lemahnya komunikasi antar pemain, bisa segera dibenahi. Apalagi ia ingin melebihi target mereka dengan meraih kemenangan kelima melawan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.Mengenai lawannya kali ini, Dani juga berkomentar bahwa UGM adalah tim bagus. Sayangnya mereka terlalu tergesa-gesa untuk mencetak poin, sehingga kadang melakukan kesalahan sendiri. Selain itu zone defence yang diperagakan timnya juga sukses meredam serangan UGM yang dikuarter akhir turun tanpa shooter handalnya.Pencetak poin terbanyak di pertandingan ini dipegang oleh Sugiharto Cahyadi dari UGM dengan 17 angka, sementara Mikroskil menempatkan Maorries Palopo dengan 14 angka. (ian/)











































