detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 12 Jan 2019 20:26 WIB

Pelita Jaya Kalah Lagi, Kali Ini Ditundukkan Bima Perkasa

Femi Diah - detikSport
Foto: dok. IBL Foto: dok. IBL
Solo - Pelita Jaya Jakarta kembali memetik kekalahan di seri IV Indonesian Basketball League (IBL) 2018/2019. Kali ini, ditundukkan Bima Perkasa 72-61.

Dalam pertandingan di Sritex Arena, 12/1/2019), Pelita dibuat mati kutu oleh pemain asing Bima Perkasa, David Atkinson. Dia membuat 36 poin dan menjadi pencetak poin terbanyak untuk Bima Perkasa.

Perebutan poin berjalan dengan sengit sejak awal pertandingan. Pelita tertinggal 25-28 di kuarter pertama.


Celaka bagi Pelita, di kuarter kedua, mereka harus kehilangan pemain asing Wayne Lyndon Bradford. Bradford salah jatuh saat melakukan lay up dan diblok pemain Bima Perkasa, Restu Dwi Purnomo, saat kuarter kedua menyisakan waktu dua menit. Tampil dalam 13 menit, Bradford membuat 11 poin atau terbanyak kedua setelah Kore White (17 poin) untuk Pelita.

"Game plan berjalan dan inilah Pelita Jaya yang seharusnya. Ini permainan terbaik yang ditunjukkan Pelita di Solo. Energinya ini yang kemarin-kemarin agak hilang," kata Fictor Gideon Roring, pelatih Pelita usai pertandingan.

"Tapi, cedera itu force majeure, dan kami kehilangan banget dengan cederanya dia," dia menambahkan.

Kekalahan itu menjadi kekalahan keempat yang diderita Pelita dari delapan laga yang dilakoni musim ini. Di hari sebelumnya, Pelita juga kandas di tangan tim yang relatif lemah, Bogor Siliwangi.


Bagi Bima Perkasa, Atkinson memang menjadi senjata baru. Dia menggantikan Zach Allmon. Sebelum bersama-sama Bima Perkasa, forward kelahiran 6 Desember 1991 itu bermain di Spanyol bersama Jaguarzo Adepla.

"Saya memang menugaskan dia untuk mendominasi skor kami. Kini, setelah kedatangan David Seager, tugasnya tidak terlalu banyak. Itu berbeda dengan yang sebelumnya, yang harus mengerjakan semuanya. Sementara, dia lebih ke posisinya sehingga pemain lain bisa memerankan role masing-masing," kata Raoul Miguel Hadinoto, pelatih Bima Perkasa.

"Selain itu, kami sudah memperhitungkan Pelita memainkan inside outside, bermain lebih ke dalam dan kami komit dengan jaga bagaimana," dia menambahkan.

"Kami belajar dari saat melawan Satria Muda, kami kalah dalam empat menit terakhir. Tadi, saya meminta anak anak fokus defense di tiga menit terakhir," Ebos, sapaan karib Raoul Miguel Hadinoto, menambahkan.

Dengan kemenangan itu, Bima Perkasa mengoleksi lima kemenangan dari sembilan pertandingan yang dijalani.

(fem/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com