detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 13 Jun 2019 18:18 WIB

'Semoga Pemain Naturalisasi untuk Timnas Basket Tidak Tanggung-tanggung'

Mercy Raya - detikSport
Kaleb Ramot Gemilang berharap pemain naturalisasi berkontribusi signifikan untuk emas SEA Games 2019. (Mercy Raya/detikSport) Kaleb Ramot Gemilang berharap pemain naturalisasi berkontribusi signifikan untuk emas SEA Games 2019. (Mercy Raya/detikSport)
Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan Badan Tim Nasional (BTN) tengah mengurus proses naturalisasi dua pemain asing. Penggawa Timnas, Kaleb Ramot Gemilang, berharap dua pemain yang direkrut itu memiliki kemampuan spesial.

Menuju SEA Games 2019 November, Timnas basket putra Indonesia telah memulai pemusatan latihan di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, sejak Senin (10/6/2019). Seiring dengan persiapan itu, Perbasi dan BTN mengurus naturalisasi dua pemain asing, Maxie Esho asal Amerika Serikat (sampai tahap administrasi) dan mencari satu pemain lagi.

Most Valuable Player (MVP) IBL 2018/19, Kaleb Ramot Gemilang, antusias menunggu masuknya pemain naturalisasi. Tapi, dia berharap pemain yang dipilih nanti tak sekadar bagus.


"Bagus menurut saya, apalagi Indonesia juga katanya mau naik level jadi butuh untuk mengangkat pemain. Tapi, satu poin penting adalah pemain yang direkrut itu jangan tanggung. Kalau pemain naturalisasi kemudian kita dapatnya perak-perak juga buat apa? Jadi, rekrut pemain naturalisasi yang peluang emas untuk basket Indonesia bisa naik berapa puluh persen," kata Kaleb.

Small Forward asal klub Stapac ini menilai poin itu harus menjadi pertimbangan utama. Sebab, proses naturalisi mahal dan membutuhkan waktu panjang. Makanya, rangkaian proses itu harus membuahkan pemain sip.

"Jadi, jangan tanggung-tanggung. Pilih yang bagus sekalian," dia mengharapkan.

Terpisah, pelatih kepala Timnas basket putra, Wahyu Widayat Jati, mengutamakan postur pemain dalam naturalisasi. Dia bilang si pemain itu harus memiliki tinggi di atas 190 atau 200 cm.

"Tapi, ini bukan ranah saya tapi Perbasi dan BTN. Saya cuma bilang saya perlu pemain yang panjang, misalnya dia atas 6,8 kaki atau 6,9 kaki tingginya. Saya tak mau dikasih pemain asing mungkin secara rekor baik tapi tingginya di bawah 190 cm buat apa? Karena, permasalahan krusial kita size, satu orang saja yang perlu," kata pelatih yang karib disapa Cacing ini.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com