detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 18 Jun 2019 18:15 WIB

Hadapi SEA Games dan Kualifikasi FIBA Asia, Perbasi Harus Bikin Prioritas

Mercy Raya - detikSport
Timnas basket berlati di GOR Sormantri Brodjonegoro. (Rifkianto Nugroho/detikSport) Timnas basket berlati di GOR Sormantri Brodjonegoro. (Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta - Pelatih Timnas basket putra, Wahyu Widayat Jati, meminta agar PP Perbasi segera membuat prioritas menuju dua turnamen penting pada November. Sebab, sejauh ini, baru satu tim yang terbentuk.

SEA Games Filipina berlangsung 30 November sampai 11 Desember 2019. Di waktu yang bersamaan, FIBA melangsungkan Kualifikasi FIBA Asia 2021, yang dimulai 25 November hingga 3 Desember. Indonesia berada pada Grup A bersama dengan Filipina, Thailand, dan Korea Selatan.

Indonesia keberatan dengan jadwal tersebut dan tengah mengajukan agar jadwal diundur melalui surat kepada FIBA. Tapi, Perbasi mau tak mau juga harus menyiapkan Timnas basket II jika permohonan itu tak dikabulkan.


"Saya sih tak tahu ya, karena tugas saya sampai hari ini masih SK (Surat Keputusan) SEA Games. Kalau ternyata, istilahnya, untuk kualifikasi FIBA Asia tim ini dipakai, ya tinggal duduk bareng lagi, mana nih yang paling diprioritaskan," kata Wahyu saat ditemui di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Selasa (18/6/2019).

Pelatih yang karib disapa Cacing ini juga tak bisa berspekulasi tentang Timnas II sehingga akan memunculkan nama pelatih lain. Apalagi, sempat muncul wacana BTN akan merekrut mantan pelatih CLS Knights Indonesia, Brian Rowsom, untuk menangani Timnas II yang diproyeksikan ke Kualifikasi FIBA Asia itu. Tapi, belakangan Brian justru muncul dengan kabar dia sudah merapat ke tim Jepang, San-en Neophoenix di B-League.

"Ya, semua tergantung kebijakan dari PB Perbasi. Karena memang ada sempat wacana untuk menggunakan pelatih asing. Tapi yang jelas SK saya fokus di SEA Games," ujar dia.

"Begitu soal pemain sebenarnya tinggal dikumpulkan saja dan latihan bersama. Kita latihan bareng biar mereka sepaham dengan satu cara bermain. itu yang kami coba. Tapi balik lagi siapapun pelatihnya serahkan ke Perbasi dan BTN. Jika coaching stafnya mau siapa tak masalah. Ini masalah job desk saja," dia mempertegas.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed