detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 19 Jun 2019 15:05 WIB

Manajer Menakar Peluang Timnas Indonesia di Kualifikasi FIBA Asia

Mercy Raya - detikSport
Timbas basket Indonesia berlatih di GOR Soemantri Brodjonegoro. (Rifkianto Nugroho/detikSport) Timbas basket Indonesia berlatih di GOR Soemantri Brodjonegoro. (Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta - Manajer Tmnas basket putra, Maulana Fareza Tamrella, menakar peluang Indonesia di Kualifikasi FIBA Asia 2021. Dia optimistis Indonesia lolos, meskipun berat.

Kualifikasi FIBA Asia berlangsung 25 November hingga 3 Desember 2019. Indonesia menghuni Grup A bersama Filipina, Thailand, dan Korea Selatan.

Indonesia masih menggantungkan kekuatan kepada satu-satunya Timnas yang dibentuk, di bawah besutan Wahyu Widayat Jati. Meskipun, pada saat yang bersamaan Timnas juga harus tampil di SEA Games 2019 Filipina.

Ketimbang menyusun Timnas II, PP Perbasi memilih untuk mengajukan pemintaan pengunduran jadwal Kualifikasi FIBA Asia. Indonesia tak sendirian, langkah serupa diambil oleh Filipina dan Thailand.


"Sebenarnya, di Kualifikasi FIBA Asia ini berat sekali. Apalagi, Korea Selatan dan Filipina di atas kertas jauh di atas Indonesia, sementara Thailand rencananya akan menaturalisasi pemain lagi," kata Reza ketika dihubungi Rabu (19/6/2019).

Meski berat, Reza bilang ada kesempatan timnya untuk mengintip kekuatan lawan. Kebetulan, Indonesia akan mengikuti William Jones Cup 2109 bulan depan. Tim nasional basket Korea Selatan disebut-sebut ikut ambil bagian.

"Ya, kami saling intip (kekuatan). Tentu Jones Cup akan menjadi kesempatan kami untuk memetakan kekuatan mereka," ujar dia.

"Kami juga mempertimbangkan Thailand karena kalau Filipina sudah pasti menjadi tantangan bagi siapapun. Apakah di turunan kampus, tim mana pun, itu tantangan," dia menjelaskan.

"Dari catatan pertemuan kami melawan Thailand meski selama ini kami menang tapi itu tidak mudah dan menang tipis. SEA Games dua tahun lalu juga kami menangnya di detik-detik terakhir,": ujarnya.

Di SEA Games 2017, Indonesia kalah telak dari Filipina dengan skor 55-94. Sementara di semifinal Indonesia menang tipis atas Thailand 79-74.

"Jadi sebenarnya berat semua. Bisa dbilang melawan Thailand ini bukan lagi 60:40 peluangnya untuk kami, tapi 50:50," ujar dia.

"Tapi realistisnya kami tetap lolos. Ditanya target pun kami optimistis paling tidak di peringkat satu atau dua grup," dia menjelaskan.

Andaikata Indonesia hanya meraih peringkat tiga, Reza sudah berangan-angan untuk mengambil peluang memperebutkan di Zona Asia Oceania.

Indonesia pernah menghadapi Guam saat di pra kualifikasi FIBA Asia Cup 2018. Indonesia kalah 53-65 dari Guam. Sementara lawan Taiwan, skuat Merah Putih kalah 68-78 di William Jones Cup 2018.

"Perkiraan saya kalau peringkat tiga, ketemuanya Guam dan Taiwan. Di sana harapan kami menang lawan mereka dan lolos," dia mengharapkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed